Rosatom Incar Proyek PLTN Kedua Kazakhstan, Saingi China di Balkhash
Gambar: Ilustrasi AI
Jakarta, mahkota-news.com – Persaingan geopolitik di sektor energi nuklir Asia Tengah memanas. Perusahaan nuklir milik negara Rusia, Rosatom, resmi menyatakan minat untuk ikut serta dalam pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) kedua di Kazakhstan.
Kepala Rosatom Alexei Likhachev mengatakan pihaknya siap masuk ke meja negosiasi begitu pemerintah Kazakhstan memberikan informasi resmi terkait lokasi dan konfigurasi PLTN kedua.
“Begitu kami terima informasi resmi – mungkin dalam beberapa hari ke depan – kami akan langsung lanjut ke negosiasi praktis,” ujar Likhachev, Rabu (27/5).
Baca Juga: India Memilih Kabel, Bukan Asap: Melompati Era Batu Bara Menuju Listrik
CNNC China Jadi Kontraktor Utama, Rosatom Berpeluang Jadi Partner
Sebelumnya, Kazakhstan telah menyetujui pembangunan PLTN kedua dan menunjuk China National Nuclear Corporation (CNNC) sebagai kontraktor utama.
Meski begitu, Likhachev mengisyaratkan Rosatom tidak menutup peluang masuk sebagai anggota konsorsium.
Langkah ini mempertegas ambisi Rusia untuk tetap punya pengaruh di proyek nuklir Kazakhstan, setelah sebelumnya mengamankan proyek PLTN pertama di kawasan Balkhash.
Deal PLTN Pertama Balkhash Diteken Saat Kunjungan Putin
Likhachev juga mengonfirmasi, Rusia dan Kazakhstan akan menandatangani perjanjian antar-pemerintah serta kontrak awal PLTN pertama Balkhash NPP saat kunjungan Presiden Vladimir Putin ke Kazakhstan minggu ini. Kontrak mencakup timeline dan skema harga.
Untuk PLTN Balkhash, desain teknis, spesifikasi, dan pasokan peralatan berat tetap akan ditangani Rosatom.
Kazakhstan sebelumnya juga membuka diskusi dengan perusahaan dari Korea Selatan, China, dan Prancis, namun Rosatom mengaku tidak keberatan dengan keterlibatan pihak lain.
Konstruksi aktif PLTN Balkhash dijadwalkan mulai 2027 dan ditargetkan rampung pertengahan 2030-an.
Baca Juga: Obama: Kesepakatan Nuklir Iran 2015 Sukses Tanpa Rudal, Keluarkan 97% Uranium
Kazakhstan Kejar 2,4 GW Nuklir di 2035
Langkah Kazakhstan membangun PLTN didorong kebutuhan mengurangi ketergantungan pada batu bara dan impor listrik.
Pada Oktober 2024, referendum nasional menyetujui pembangunan PLTN dengan target kapasitas 2,4 GW di 2035.
PLTN pertama akan dibangun di Desa Ulken, sekitar 400 km barat laut Almaty, dekat Danau Balkhash. Reaktor yang dipakai adalah VVER-1200 Generasi 3+ buatan Rusia.
Dengan Rosatom mengamankan Balkhash dan kini mengincar proyek kedua, Kazakhstan diprediksi jadi arena tarik-menarik pengaruh nuklir Rusia-China dalam satu dekade ke depan.
