Ketidakpastian Industri Energi New Mexico di Tengah Krisis Lingkungan
Foto: Federal Reserve Bank od Dallas
Jakarta, mahkota-news.com – Produksi minyak dan gas menjadi salah satu pilar utama ekonomi New Mexico, menyumbang sekitar 35% pendapatan negara bagian dari ladang minyak dan gas di Delaware Basin, bagian dari Permian Basin yang juga meluas ke West Texas.
Pada 2024, produksi minyak mentah di wilayah ini mencapai lebih dari 2 juta barel per hari, dua kali lipat dari angka 2019 sebelum pandemi Covid-19.
Secara keseluruhan, Permian Basin menghasilkan sekitar 6 juta barel per hari, setengah dari total produksi minyak mentah Amerika Serikat.
Namun, ketidakpastian muncul terkait dampak harga minyak yang rendah terhadap keberlanjutan produksi.
Baca Juga: China Jadi Tuan Rumah, Putin akan Berkunjung 20 Mei 2026
Produksi Minyak dan Gas di New Mexico
Jika harga minyak West Texas Intermediate (WTI) bertahan di kisaran 63 dolar AS per barel, persediaan sumur pengeboran di Permian Basin diperkirakan cukup untuk tujuh hingga sepuluh tahun ke depan, lebih lama dibandingkan wilayah lain seperti Eagle Ford di Texas Timur dan Bakken di North Dakota.
Namun, Vicki Hollub, CEO Occidental, memperingatkan bahwa produksi minyak di Permian bisa mencapai puncaknya pada tahun depan akibat pengurangan belanja modal.
Selain itu, sektor minyak dan gas global menyumbang sekitar 50% emisi gas rumah kaca, dengan industri ini bertanggung jawab atas 41% emisi di New Mexico.
Tantangan Pengelolaan Air Hasil Produksi Minyak
New Mexico menghadapi masalah besar terkait air hasil produksi minyak dan gas yang dikenal sebagai “produced water”.
Setiap tahun, sekitar 2 miliar barel atau 84 miliar galon air ini muncul bersamaan dengan minyak dan gas.
Saat ini, air tersebut disimpan di kolam evaporasi, disuntikkan ke sumur dalam, atau didaur ulang untuk proses fracking.
Namun, penyuntikan air dalam jumlah besar telah menyebabkan gempa bumi berkekuatan hingga 5 skala Richter, terutama di West Texas.
Kondisi geografis Permian Basin yang sebagian besar gurun dan kekeringan parah di New Mexico memperparah masalah ini.
Proyek percontohan pengolahan air hasil produksi sedang diuji untuk penggunaan pertanian dan industri.
Namun Komisi Pengendalian Kualitas Air New Mexico melarang pembuangan air hasil olahan ke tanah atau sungai karena kekhawatiran zat kimia beracun yang belum diatur.
Baca Juga: Forza Horizon 6 Bocor di Steam, Ini Respons Playground Games
Kontroversi Pengeboran di Sekitar Chaco Canyon
Chaco Canyon, situs bersejarah suku Indian di San Juan Basin, menjadi pusat perdebatan terkait pembatasan pengeboran minyak dan gas.
Pada 2023, Menteri Dalam Negeri AS membatasi aktivitas pengeboran dalam radius 10 mil untuk melindungi situs suci tersebut.
Namun, suku Navajo yang memiliki hak mineral di wilayah tersebut menggugat pembatasan ini karena dianggap merugikan secara ekonomi.
Pemerintahan baru memerintahkan peninjauan ulang pembatasan, berpotensi mengurangi zona perlindungan.
Baca Juga: Tunggakan AS Jadi Pemicu Utama Potensi Kolaps Agustus 2026
Warisan Tambang Uranium dan Energi Nuklir
New Mexico pernah menjadi pusat tambang uranium pada era Perang Dingin, dengan lebih dari 1.000 tambang yang banyak mempekerjakan suku Navajo.
Tambang ini digunakan untuk keperluan pertahanan nuklir AS, namun juga menyebabkan pencemaran radioaktif dan masalah kesehatan serius.
Pemerintah AS pernah memberikan kompensasi bagi korban tambang uranium melalui Undang-Undang RECA, yang kini telah habis masa berlakunya.
Undang-Undang Pengurangan Inflasi 2022 membuka peluang besar untuk energi nuklir dengan dana 30 miliar dolar AS, termasuk membuka kembali tambang uranium lama dan membangun reaktor nuklir baru.
Pemerintahan Trump mendorong prioritas pengembangan reaktor nuklir tradisional dan modular kecil untuk memenuhi kebutuhan listrik pusat data AS.
Ketidakpastian Masa Depan Energi di New Mexico
Dengan sejarah panjang dan tantangan lingkungan yang kompleks, potensi pengembangan tambang uranium dan energi nuklir di New Mexico diperkirakan akan memicu ketegangan baru.
Kekhawatiran akan radiasi dari tambang dan limbah nuklir tetap menjadi isu utama dalam lanskap energi dan lingkungan negara bagian ini.
Baca Juga: Prabowo Temui Macron: Ini Kunjungan Ketiga ke Perancis Sepanjang 2026
