5 Juni 2026

Liquid Glass: Revolusi Desain Apple di WWDC 2025

Liquid Glass: Revolusi Desain Apple di WWDC 2025

Foto: cygnis.co

Tanggerang, mahkota-news.com – Pada konferensi tahunan Worldwide Developers Conference (WWDC) 2025, Apple Inc. meluncurkan antarmuka sistem operasi terbaru bernama Liquid Glass, yang menandai pembaruan desain terbesar dalam sejarah perusahaan.

Acara yang digelar di Cupertino, California ini lebih menitikberatkan pada aspek estetika dan desain daripada terobosan teknologi software baru.

Liquid Glass: Desain Terpadu di Seluruh Produk Apple

Alan Dye, eksekutif Apple, menyampaikan bahwa Liquid Glass akan menjadi antarmuka yang seragam dan konsisten di seluruh perangkat Apple, mulai dari iPhone, iPad, hingga Mac.

Pendekatan ini bertujuan memberikan pengalaman pengguna yang lebih mulus dan harmonis. Dye menyebutnya sebagai “pembaruan desain paling luas yang pernah dilakukan Apple”.

Selain itu, Apple mengubah skema penamaan sistem operasinya dari versi numerik ke penamaan berdasarkan tahun, seperti iOS 26, macOS 26 Tahoe, dan watchOS 26.

Perubahan ini menunjukkan fokus Apple pada evolusi berkelanjutan yang lebih terintegrasi dengan ekosistem produk mereka.

Baca Juga: Corsair Hadirkan Kabel ThermalProtect 12V-2×6, Solusi Cegah GPU Terbakar

Langkah Baru Apple dalam Kecerdasan Buatan

Apple mengumumkan rencana membuka akses model kecerdasan buatannya (AI) kepada pengembang eksternal, memungkinkan aplikasi pihak ketiga mengintegrasikan teknologi AI tersebut.

Ini menjadi upaya Apple untuk mengejar ketertinggalan di pasar AI, yang selama ini masih didominasi oleh perusahaan-perusahaan Silicon Valley lain seperti OpenAI dan Google.

Menurut laporan Bloomberg News, meskipun fitur AI yang diperkenalkan pada WWDC 2025 belum membawa perubahan signifikan, Apple berencana menampilkan inovasi AI yang lebih besar pada tahun 20262.

CEO Tim Cook menyatakan bahwa beta software baru akan segera tersedia untuk pengembang dan publik akan dapat mengaksesnya pada Juli 2025, sebelum peluncuran resmi di musim gugur.

Baca Juga: Dyson Spot+Scrub Ai: Robot Vakum-Pel Rp18,7 Juta

Fitur Baru dan Integrasi Lintas Perangkat

Beberapa fitur baru yang diperkenalkan meliputi:

  • Vision Pro headset yang kini kompatibel dengan kontroler PlayStation VR milik Sony, memperluas ekosistem gaming Apple.
  • Persona virtual avatars yang lebih realistis untuk video conference di visionOS.
  • Workout app di Apple Watch dengan fitur AI “Buddy” yang membantu pengguna menjaga kebugaran.
  • MacOS 26 Tahoe dengan menu bar transparan dan integrasi aplikasi telepon iPhone.
  • Peningkatan multitasking di iPad dengan penambahan menu bar yang membuat pengalaman kerja lebih produktif.

Baca Juga: AMD Hidupkan Lagi Ryzen 7 5800X3D untuk Rayakan 10 Tahun AM4

Tantangan dan Strategi Harga di Tengah Geopolitik

Apple menghadapi tekanan dari tarif pemerintahan Amerika Serikat yang menyebabkan perpindahan produksi iPhone ke India untuk pasar AS.

Kondisi ini diperkirakan akan berdampak pada kenaikan harga perangkat baru yang biasanya diluncurkan pada September setiap tahun.

Meski demikian, Apple berharap fitur dan desain baru dapat menjadi daya tarik bagi konsumen untuk melakukan upgrade perangkat.

Apple dan Persaingan di Era AI

Berdasarkan pantauan 12 media nasional teknologi dan bisnis di tahun 2025, Apple masih harus mengejar ketertinggalan dalam inovasi AI dibandingkan pesaingnya.

Namun, strategi membuka akses AI bagi pengembang eksternal serta integrasi fitur baru di berbagai perangkat menunjukkan langkah serius Apple untuk memperkuat posisinya.

Tren global memperlihatkan bahwa AI dan desain antarmuka yang intuitif menjadi faktor kunci dalam memenangkan persaingan pasar teknologi saat ini.

Baca Juga: Panel Surya Bifacial: Transformasi Energi Nasional