28 Mei 2026

China Jadi Tuan Rumah, Putin akan Berkunjung 20 Mei 2026

China Jadi Tuan Rumah, Putin akan Berkunjung 20 Mei 2026

China Jadi Tuan Rumah, Putin akan Berkunjung 20 Mei 2026

Jakarta, mahkota-news.com – Presiden Rusia Vladimir Putin dijadwalkan terbang ke China untuk bertemu Presiden Xi Jinping pada 19–20 Mei 2026.

Kunjungan ini diumumkan Kremlin pada Sabtu, 16 Mei 2026, kurang dari 24 jam setelah Presiden AS Donald Trump menyelesaikan kunjungan kenegaraannya ke Beijing.

Kunjungan Putin ke Beijin

Kremlin menyebut kunjungan Putin berlangsung 19–20 Mei 2026 dan bertepatan dengan peringatan 25 tahun Perjanjian Persahabatan China-Rusia 2001.

Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan persiapan “sudah selesai, tinggal sentuhan akhir”.

Putin dijadwalkan bertemu Xi Jinping untuk membahas hubungan bilateral, kerja sama ekonomi, serta isu internasional dan regional.

Ia juga akan bertemu Perdana Menteri Li Qiang membahas perdagangan.

Dua pemimpin adidaya dalam sebulan

Kunjungan Putin membuat China menerima dua kepala negara adidaya pada Mei 2026.

Trump menyelesaikan kunjungan ke Beijing pada 15 Mei 2026.

Dalam kunjungan itu, Trump dan Xi membahas perdagangan dan “perang AS dan Israel di Iran”.

Beberapa laporan menyebut Trump juga membahas Selat Hormuz dan Taiwan, dengan Xi memperingatkan AS agar tidak campur tangan soal Taiwan.

Pembahasan perdagangan dan hubungan

Trump mengklaim telah mencapai “kesepakatan dagang fantastis” dengan Beijing dan menyebut Xi sebagai “pemimpin dan sahabat yang baik”.

Hubungan China-Rusia sendiri makin erat sejak invasi Rusia ke Ukraina 2022, membuat Moskow bergantung pada Beijing akibat sanksi Barat.

Saat Putin berkunjung September 2025, Xi menyambutnya sebagai “teman lama”.

Agenda Putin selanjutnya

Selain kunjungan Mei, Putin juga dijadwalkan hadir di KTT APEC di Shenzhen pada November 2026.

Kunjungan beruntun Trump dan Putin memicu diskusi luas di media sosial.

Banyak warganet menyebut China sedang “menjadi BOSS” diplomasi global dan memposisikan diri sebagai penyeimbang antara AS dan Rusia.

Narasi lain menyoroti bahwa China kini jadi negara pertama dalam beberapa bulan terakhir yang menjamu semua anggota tetap Dewan Keamanan PBB.

Beberapa komentar bernada satir, menyebut Xi “siap dengan lelucon Trump” untuk Putin.