Mutasi Supergene Ciptakan Semut Parasit Queenlike
Foto: Generated AI
Jakarta, mahkota-news.com – Sekitar satu dekade lalu, para ilmuwan yang mengamati semut clonal raider (Ooceraea biroi) menemukan fenomena aneh: meskipun spesies ini dikenal tanpa ratu, beberapa semut tampak berperan sebagai ratu palsu yang menguasai koloni dan tidak ikut bekerja seperti semut lainnya.
Semut-semua ini memiliki ciri khas seperti sisa sayap, mata besar, dan ovarium yang membesar.
Penemuan Mutasi Tunggal yang Mengubah Perilaku Semut
Awalnya, para peneliti menduga bahwa semut parasit sosial tanpa pekerja ini memperoleh ciri-ciri tersebut melalui serangkaian mutasi bertahap.
Namun, riset terbaru yang dipimpin oleh Waring “Buck” Trible, entomolog dan John Harvard Distinguished Science Fellow, menemukan bahwa mutasi tunggal pada sebuah “supergene” dapat mengubah semut pekerja biasa menjadi parasit yang menyerupai ratu.
” This was a shocking discovery,” ujar Trible dalam wawancara dengan Live Science. ” The clonal raider ant is a queenless ant species, and no winged female adults have been observed in this species previously.”
Semut palsu ini lahir dengan sayap yang kemudian mereka lepaskan saat dewasa, meninggalkan bekas luka yang terlihat.
Ukurannya sama dengan semut pekerja, namun perilaku mereka berbeda karena enggan melakukan tugas seperti merawat anak, mencari makan, dan menjaga sarang.
Baca Juga: Biomedis: Ilmu Kedokteran Modern dan Inovasinya
Bukti Genetik dan Evolusi Parasit Sosial
Para peneliti mengisolasi semut parasit ini dan menemukan bahwa keturunannya juga memiliki sayap, menandakan bahwa sifat seperti ratu ini diwariskan secara genetik.
Analisis genetik mengungkap mutasi pada supergene di kromosom 13 yang menjadi kunci perubahan tersebut.
Menurut Daniel Kronauer, profesor dan kepala Laboratorium Evolusi Sosial dan Perilaku di Rockefeller University, ” That’s actually really surprising, given that the parasites differ from the wild types in so many traits, including morphology [a segmented thorax], anatomy, and even behavior,”
Dinamika Populasi dan Keseimbangan Koloni
Semut parasit ini mampu bertelur dua kali lebih banyak dibanding semut clonal raider biasa. Namun, mereka tidak bisa mendominasi koloni karena bergantung pada semut pekerja.
Jika jumlah parasit terlalu banyak, mereka mengalami kesulitan saat molting karena sayap mereka tersangkut pada kulit pupa, dan tanpa bantuan pekerja, banyak yang mati.
Penelitian yang dipublikasikan pada 28 Februari 2025 di jurnal Current Biology menunjukkan bahwa keseimbangan optimal adalah ketika parasit sekitar seperempat dari populasi koloni. Jika lebih banyak, tingkat kelangsungan hidup mereka menurun drastis.
Baca Juga: Mengenal Mikrobioma Serangga: Dunia Mikro di Balik Tubuh Mungil
Parasit Sosial yang Berkembang dalam Satu Spesies
Meskipun beberapa spesies semut parasit sosial memang ada di alam liar, semut clonal raider adalah yang pertama kali didokumentasikan memiliki parasit yang muncul dari mutasi dalam satu spesies yang sama.
“I was very surprised to find these ants, Social parasites are typically very rare, and can only be found in a few colonies of the host species. But the crazy thing in this case is that the parasites must have arisen within the host colony via a mutation, rather than having infiltrated the colony from outside, which is the case with social parasites in the wild.” Jelas Kronauer.
Kesimpulan
Penelitian terbaru mengungkap bahwa mutasi tunggal pada supergene dapat mengubah semut clonal raider menjadi parasit sosial yang menyerupai ratu, dengan perilaku dan morfologi berbeda dari semut pekerja biasa.
Fenomena ini menunjukkan evolusi adaptif yang kompleks dan memberikan wawasan baru tentang dinamika sosial dalam koloni semut.
Studi ini juga menegaskan pentingnya keseimbangan populasi antara parasit dan pekerja untuk kelangsungan hidup koloni.
Baca Juga: Selenium: Peran dalam Ilmu Kimia dan Kesehatan Modern
