28 Mei 2026

 ITMG Targetkan Kenaikan Produksi di 2Q26, Namun Risiko Regulasi menanti

 ITMG Targetkan Kenaikan Produksi di 2Q26, Namun Risiko Regulasi menanti

Foto: economixbuzz.com

Jakarta, mahkota-news.com – Manajemen PT Indo Tambangraya Megah Tbk $ITMG menggelar earnings call pada Senin, 18/5/2026, untuk membahas kinerja kuartal I-2026.

ITMG menargetkan volume penjualan batu bara 2Q26 sebesar 6,5 juta ton, naik 3% QoQ dan 12% YoY.

Dengan capaian itu, volume penjualan 1H26 diperkirakan 12,8 juta ton, tumbuh 9% YoY. Komposisi kontraknya 64% fixed, 35% indexed, dan 1% belum terjual.

Dari sisi produksi, ITMG memproyeksikan 5,4 juta ton pada 2Q26, naik 15% QoQ dan 6% YoY, didukung ekspektasi cuaca yang membaik.

Stripping ratio diperkirakan tetap tinggi di 10,4x, sama dengan 1Q26 dan lebih tinggi dari 9,7x pada 2Q25.

Tingginya SR menjadi strategi untuk mengoptimalkan mining sequence di tengah kenaikan harga.

Indeks Newcastle dan ICI-3 tercatat naik masing-masing sekitar 14% dan 10% secara quarter-to-date per 15 Mei 2026.

Langkah Efisiensi di Tengah Lonjakan Biaya Energi

Biaya bahan bakar berkontribusi 15–17% dari total biaya produksi ITMG. Manajemen menyebut kenaikan harga BBM saat ini menambah cash cost sekitar US$3/ton.

Untuk mengimbangi, ITMG akan menekan overhead cost, terutama biaya profesional dan pos yang tidak wajib, serta mengevaluasi ulang mining sequence termasuk jarak pembuangan overburden.

Regulasi RKAB dan DMO Masih Jadi Tanda Tanya

ITMG menjaga level persediaan batu bara tetap ample untuk mengantisipasi potensi revisi naik kuota produksi RKAB di pertengahan 2026.

Untuk domestic market obligation, manajemen menyebut besaran DMO tetap menunggu persetujuan RKAB, namun diperkirakan 25–30% seperti yang ramai diberitakan.

Pandangan Analis

Ketidakpastian regulasi terkait RKAB, DMO, dan bea ekspor dinilai masih menjadi tantangan utama ITMG.

Meski begitu, dengan guidance 2Q26, pendapatan dan margin laba kotor ITMG diperkirakan naik secara kuartalan, asumsi biaya energi serta porsi penjualan domestik/ekspor tidak berubah dari 1Q26.