Hirup Whip Pink, YouTuber AM Alami Lumpuh Sementara
Potret kemasan Whip Pink. (Foto: laman Polri)
Jakarta, mahkota-news.com – YouTuber berinisial AM mengaku lumpuh sementara hingga terjatuh dari tangga setelah menghirup ‘whip pink’.
Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso mengonfirmasi hal tersebut.
Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri memeriksa dua orang terkait kasus dugaan penyalahgunaan gas nitrous oxide (N2O) atau ‘whip pink’, salah satunya AM. AM mengaku memakai Whip Pink selama Januari-Maret 2026.
Brigjen Eko menyampaikan keterangannya, Jumat 29/5/2026: “AM menjelaskan bahwa penggunaan produk gas N2O merek ‘whip pink’ diduga kuat telah berdampak pada kesehatannya sehingga harus dilakukan perawatan intensif di salah satu rumah sakit di bilangan Tangerang,” kata Brigjen Eko.
Baca Juga: ATR/BPN Tegaskan Digitalisasi Arsip Pertanahan
Brigjen Eko menambahkan: “Yang dirasakan oleh AM pada saat dilarikan ke rumah sakit ialah kehilangan kontrol terhadap anggota badannya, terutama bagian kaki. AM mengalami lumpuh temporer hingga terjatuh di tangga rumahnya,” sambungnya.
Beberapa waktu lalu, penyalahgunaan ‘whip pink’ juga sempat ramai. Guru Besar Farmasi Universitas Gadjah Mada Prof Zullies Ikawati menjelaskan bahwa alat tersebut sebenarnya legal karena peruntukannya sebagai pembuat whipped cream agar krim bisa mengembang dan bertekstur lembut.
Prof Zullies menyebut dinitrogen oksida juga legal dan dunia medis kerap menggunakannya.
Dokter gigi atau tenaga medis saat persalinan memakai gas itu dengan dosis terkontrol dan selalu mencampurnya dengan oksigen.
“Serta diawasi oleh tenaga kesehatan,” sorot Prof Zullies kepada detikcom, beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Tokoh Nasional dan Menteri yang Pernah Berurusan dengan Hukum Selain Nadiem Makarim
Bagaimana Dampak Seriusnya pada Saraf?
Prof Zullies menyebut masalah muncul ketika seseorang sengaja menyalahgunakan dinitrogen oksida dengan menghirupnya langsung tanpa pengawasan medis.
Saat masuk ke tubuh, dinitrogen oksida langsung memengaruhi otak dan sistem saraf pusat.
“Gas ini memengaruhi pelepasan zat kimia di otak, seperti dopamin, yang berperan dalam rasa senang dan nyaman. Inilah sebabnya pengguna bisa merasakan euforia singkat, rasa ringan, tertawa tanpa sebab, atau sensasi ‘melayang’,” beber Prof Zullies.
Prof Zullies menambahkan: “Efek ini muncul cepat dan hilang cepat, sehingga mendorong sebagian orang untuk mengulang pemakaian.”
Baca Juga: Mantan Hakim PN Cilacap Diberhentikan dengan Hak Pensiun
Seberapa Fatal Jika Menggunakannya Berulang Kali?
Prof Zullies mengingatkan risiko serius di balik penyalahgunaan gas tersebut. Dinitrogen oksida bisa menggantikan oksigen di paru-paru, sehingga tubuh kekurangan oksigen.
Jika seseorang memakai ‘whip pink’ berulang kali dan dalam jumlah besar, gas itu bisa memicu pusing, pingsan, gangguan pernapasan, bahkan kematian mendadak.
“Selain itu, penggunaan berulang dapat mengganggu fungsi vitamin B12, yang penting bagi saraf, sehingga berisiko menimbulkan kesemutan, mati rasa, gangguan berjalan, hingga kerusakan saraf yang bisa menetap,” lanjutnya.
“Karena dijual bebas sebagai alat dapur, gas ini sering dianggap aman dan ‘bukan narkoba’. Padahal, meskipun bukan narkotika, N₂O tetap merupakan zat psikoaktif yang berbahaya bila disalahgunakan. Efeknya mungkin terasa ringan di awal, tetapi dampaknya terhadap kesehatan bisa berat dan tidak selalu bisa dipulihkan,” wanti-wanti Prof Zullies.
Karena itu, Prof Zullies mengingatkan agar masyarakat tidak menyalahgunakan alat tersebut, apalagi hanya untuk mengikuti tren. Efek yang didapat tidak sebanding dengan ancaman risiko kesehatan.
Baca Juga: Jepang Bentuk Biro Intelijen Nasional Pertama, Picu Pro-Kontra Soal Privasi
