Dividen Mark Dynamics Rp 266 Miliar Bukti Kinerja Keuangan Solid
Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA
Jakarta, mahkota-news.com – PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK), produsen cetakan sarung tangan medis berbasis porselen terbesar di dunia, mengumumkan rencana pembagian dividen tunai sebesar 93% dari laba bersih tahun 2024.
Dengan laba bersih mencapai Rp 286,6 miliar, total dividen yang akan dibagikan diperkirakan sebesar Rp 266 miliar atau sekitar Rp 70 per saham.
Berdasarkan harga penutupan saham MARK pada 16 Mei 2025 di level Rp 815, estimasi dividend yield mencapai 8,6%.
Direktur Utama MARK, Ridwan Goh, menyatakan bahwa pembagian dividen secara konsisten setiap tahun mencerminkan komitmen perusahaan dalam menciptakan nilai berkelanjutan bagi pemegang saham, seiring dengan pertumbuhan bisnis yang sehat dan fundamental keuangan yang kuat.
“Ini menunjukkan prioritas kami dalam menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan penghargaan terhadap investor,” ujarnya.
Dari sisi likuiditas, per 31 Maret 2025, MARK mencatat kas dan setara kas sebesar Rp 144,9 miliar, meningkat signifikan dibandingkan posisi akhir 2024 yang sebesar Rp 75,7 miliar.
Rasio utang terhadap ekuitas (DER) yang rendah di angka 0,22x menunjukkan struktur permodalan yang sehat dan fleksibilitas tinggi untuk ekspansi di masa depan.
Kapasitas produksi MARK terus berkembang pesat, awalnya hanya mampu memproduksi sekitar 50.000 cetakan sarung tangan per bulan, kini kapasitas produksi telah mencapai 1,5 juta unit per bulan.
Pertumbuhan ini menjadikan MARK sebagai salah satu produsen cetakan sarung tangan berbasis porselen terbesar secara global.
MARK juga menunjukkan ketahanan bisnis yang kuat terhadap tekanan siklus ekonomi, termasuk masa pandemi COVID-19 dan ketegangan geopolitik global.
Penjualan produk tetap stabil karena cetakan sarung tangan merupakan komponen penting dalam rantai pasok industri kesehatan dan manufaktur sarung tangan dunia.
Kinerja keuangan MARK yang solid dan komitmen pembagian dividen yang tinggi memberikan sinyal positif bagi investor dan menunjukkan manajemen perusahaan yang disiplin dalam mengelola kas dan menjaga pertumbuhan bisnis berkelanjutan.
