28 Mei 2026

Bank Mega Syariah Naik 23% per April 2026, Ditopang Lonjakan Flexi Gold

 Bank Mega Syariah Naik 23% per April 2026, Ditopang Lonjakan Flexi Gold

Foto Instagram Bank Mega Syariah

Jakarta, mahkota-news.com – Hingga April 2026, portofolio pembiayaan konsumer Bank Mega Syariah menembus Rp586 miliar, tumbuh 23% secara tahunan (YoY).

Pertumbuhan terbesar disumbang produk pembiayaan emas Flexi Gold yang outstanding-nya melesat 1.236% secara year to date (ytd) menjadi lebih dari Rp31 miliar, dengan kualitas pembiayaan terjaga di NPF 0%.

Area 1 yang mencakup Jakarta dan sekitarnya masih menjadi penyumbang terbesar dengan nilai pembiayaan konsumer Rp202,7 miliar. Disusul Area 4 sebesar Rp122,9 miliar dan Area 3 sebesar Rp98 miliar.

Digital Business & Product Management Division Head Bank Mega Syariah, Benadicto Alvonzo Ferary, menyebut pertumbuhan ini mencerminkan kebutuhan masyarakat akan pembiayaan yang fleksibel dan terencana.

“Pembiayaan konsumer saat ini tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumtif, tetapi juga mulai diarahkan untuk mendukung perencanaan keuangan jangka panjang. Kami melihat minat masyarakat terhadap kepemilikan emas melalui skema cicilan terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir,” ujarnya.

Tren ini sejalan dengan peningkatan minat investasi emas syariah. Produk Flexi Gold memungkinkan nasabah memiliki emas secara bertahap lewat skema murabahah dan rahn, dengan minimum 5 gram dan fasilitas bebas biaya cetak hingga asuransi pengiriman.

Dampak ke Pendapatan

Segmen konsumer turut mendorong pendapatan. Pada April 2026, pendapatan konsumer mencapai Rp5,4 miliar, naik 12,28% dibanding Maret 2026.

Ke depan, Bank Mega Syariah akan memperkuat pembiayaan konsumer secara sehat lewat pengembangan produk berbasis kebutuhan dan perluasan akses layanan.

“Kami akan terus memperkuat pertumbuhan pembiayaan konsumer secara sehat dan berkelanjutan, termasuk melalui pembiayaan emas syariah yang semakin diminati masyarakat,” tegas Benadicto.

Total pembiayaan Bank Mega Syariah tercatat lebih dari Rp9,26 triliun, tumbuh 7,2% dari posisi akhir 2025 sebesar Rp8,64 triliun.

Pendapatan dari piutang naik 40,9% YoY menjadi lebih dari Rp118 miliar hingga kuartal I 2026. Pendapatan bagi hasil tumbuh 4,7% menjadi Rp114,73 miliar.

Laba sebelum pajak hingga Maret 2026 mencapai Rp79,97 miliar, naik 51% YoY. Kenaikan ditopang pendapatan setelah distribusi bagi hasil sebesar Rp191,60 miliar, tumbuh lebih dari 20%.

Ringkasan Kinerja Kuartal I 2026

Indikator Keuangan Nilai / Pencapaian Pertumbuhan
Total Pembiayaan Disalurkan Rp9,26 Triliun 7,2% (ytd)
Pendapatan dari Piutang Rp118 Miliar 40,9% (YoY)
Pendapatan Bagi Hasil Rp114,73 Miliar 4,7% (YoY)
Laba Sebelum Pajak Rp79,97 Miliar 51% (YoY)