27 Juli 2026

Prototaxites: Misteri Organisme Raksasa dari Zaman Purba

Prototaxites: Misteri Organisme Raksasa dari Zaman Purba

Foto: science.org

Jakarta, mahkota-news.com – Sebuah organisme kuno yang aneh dan dianggap sebagai makhluk raksasa pertama yang hidup di darat kini diduga berasal dari cabang pohon kehidupan yang belum pernah diketahui sebelumnya oleh ilmu pengetahuan.

Organisme ini, yang dikenal dengan nama Prototaxites, hidup sekitar 420 hingga 375 juta tahun yang lalu pada periode Devon dan memiliki bentuk menyerupai batang pohon silinder tanpa cabang.

Prototaxites bisa tumbuh sangat besar, dengan beberapa spesies mencapai tinggi hingga 8 meter dan diameter sekitar 1 meter.

Sejak fosil pertamanya ditemukan pada tahun 1843, para ilmuwan masih belum sepakat apakah organisme ini termasuk tanaman, jamur, atau jenis ganggang.

Baca Juga: Proto-Elamite dari Iran: “Naskah Ketiga” yang Bisa Mengubah Sejarah Tulisan Dunia

Namun, analisis kimia fosil pada tahun 2007 menunjukkan bahwa Prototaxites kemungkinan adalah jamur raksasa kuno.

Baru-baru ini, sebuah studi yang dipublikasikan pada 17 Maret di server pra-cetak bioRxiv mengajukan hipotesis bahwa Prototaxites mungkin bukan jamur raksasa, melainkan bentuk kehidupan yang sama sekali berbeda dan sebelumnya tidak dikenal. Studi ini masih menunggu proses peer-review.

Saat ini, seluruh kehidupan di Bumi diklasifikasikan ke dalam tiga domain utama: bakteri, archaea, dan eukarya. Domain eukarya mencakup organisme multiseluler dalam empat kerajaan: jamur, hewan, tumbuhan, dan protista, sementara bakteri dan archaea terdiri dari organisme bersel tunggal.

Penelitian terbaru ini fokus pada fosil Prototaxites taiti, spesies yang ditemukan di Chert Rhynie, sebuah situs fosil tanaman dan hewan darat awal di Skotlandia yang terawetkan dengan sangat baik.

Baca Juga: Arus Atlantik Kritis Melemah 51% pada 2100: Titik Kritis Makin Dekat, Kata Studi Baru

Meskipun ukurannya lebih kecil dibanding spesies lain, fosil ini menunjukkan struktur internal unik berupa tabung bercabang yang berbeda dari jamur modern.

Para peneliti menyatakan bahwa anatomi Prototaxites sangat berbeda dari semua jamur yang pernah ada, sehingga mereka menyimpulkan bahwa organisme ini bukan jamur, melainkan bagian dari garis keturunan eukariota yang kini telah punah.

Studi ini juga membandingkan fosil Prototaxites dengan fosil jamur sejati dari periode yang sama dan menemukan perbedaan kimia yang signifikan.

terutama ketiadaan kitin komponen utama dinding sel jamur dan adanya senyawa mirip lignin yang biasanya ditemukan pada tanaman.

Kevin Boyce, profesor dari Stanford University yang memimpin studi 2007 yang mengidentifikasi Prototaxites sebagai jamur raksasa, mengatakan kepada New Scientist bahwa temuan baru ini menunjukkan Prototaxites mungkin merupakan eksperimen evolusi multiseluler yang unik dan kini punah, yang tidak memiliki hubungan dekat dengan organisme hidup saat ini.

Para ilmuwan menegaskan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan apakah Prototaxites adalah jamur atau jenis kehidupan yang sama sekali berbeda, serta untuk mengungkap penyebab kepunahannya jutaan tahun lalu.

Brett Summerell, ahli patologi tanaman dari Botanic Gardens of Sydney yang tidak terlibat dalam studi ini, menyatakan bahwa kesimpulan mengenai Prototaxites sebagai eukariota yang tidak dikenal menimbulkan misteri yang mungkin hanya bisa terpecahkan dengan ditemukannya fosil baru atau pengembangan teknik analisis yang lebih canggih.

Baca Juga: Biomedis: Ilmu Kedokteran Modern dan Inovasinya