28 Mei 2026

Kereta Api Eropa: Jalur dan Strategi Eropa dalam Mencapai Target Iklim Global

Kereta Api Eropa: Jalur dan Strategi Eropa dalam Mencapai Target Iklim Global

Foto: Genereted AI

Jakarta, mahkota-news.com – Di tengah upaya global menekan emisi karbon dan mencapai target iklim, negara-negara Eropa semakin menonjolkan peran strategis kereta api sebagai moda transportasi ramah lingkungan.

Data terbaru menunjukkan bahwa negara-negara dengan jaringan kereta api padat dan tingkat penggunaan tinggi, seperti Swiss dan Austria, menjadi teladan dalam pengurangan konsumsi energi dan emisi karbon.

Transportasi umum, khususnya kereta api, berperan penting dalam mengurangi ketergantungan pada mobil pribadi dan menekan emisi gas rumah kaca.

Menurut Komisi Eropa, konsumsi energi per penumpang per kilometer dengan kereta api jauh lebih rendah dibandingkan mobil pribadi atau pesawat.

Hal ini menjadikan pengembangan jalur dan layanan kereta api sebagai salah satu strategi utama dalam peta jalan transisi energi Eropa.

Baca Juga: China Jadi Tuan Rumah, Putin akan Berkunjung 20 Mei 2026

Data Penggunaan Kereta Api di Eropa

Berdasarkan data Eurostat dan laporan Euronews, terdapat beberapa indikator utama dalam mengukur prevalensi kereta api di Eropa:

  1. Kilometer Penumpang per Penduduk (2019)
    • Swiss: 2.378 km
    • Austria: 1.440 km
    • Prancis: 1.437 km
    • Swedia: 1.429 km
    • Jerman: 1.208 km
    • Inggris: 1.078 km
    • Rata-rata Uni Eropa (UE): 927 km
    • Yunani: 117 km (terendah di UE)

Pada 2021, angka ini menurun akibat pandemi, dengan Swiss tetap tertinggi (1.536 km) dan rata-rata UE turun menjadi 583 km.

  1. Jumlah Perjalanan Kereta Api per Penduduk (2019)
  • Swiss: 60,8 perjalanan/tahun
  • Luksemburg: 40,8 perjalanan
  • Denmark: 35,6 perjalanan
  • Jerman: 35,4 perjalanan
  • Austria: 31,4 perjalanan
  • Rata-rata UE: 18,4 perjalanan
  • Lituania: 1,8 perjalanan (terendah)
  1. Pangsa Kereta Api dalam Angkutan Penumpang Darat (2019)
  • Swiss: 20%
  • Austria: 20%
  • Swedia: 12,2%
  • Belanda: 11,2%
  • Prancis: 10,3%
  • Jerman: 9,3%
  • Inggris: 8,5%
  • Rata-rata UE: 8%
  • Makedonia Utara: 0,6% (terendah)
  • Yunani: 1%

Baca Juga: Dari Suara Putri Disney ke CEO JJ Group, Ara Grace Masuk 30 Under 30 Campaign Asia

  1. Kepadatan Jalur Kereta Api (2021, km/1.000 km²)
  • Swiss: 133 km (tertinggi di Eropa)
  • Ceko: 123 km
  • Belgia: 118 km (data 2010)
  • Jerman: 109 km
  • Luksemburg: 109 km
  • Inggris: 67 km
  • Prancis: 43 km
  • Spanyol: 32 km
  • Albania: 8 km (terendah)
  • Yunani: 18 km

Grafik: Kilometer Penumpang Kereta Api per Penduduk (2019)

Negara Km Penumpang per Penduduk
Swiss 2.378
Austria 1.440
Prancis 1.437
Swedia 1.429
Jerman 1.208
Inggris 1.078
UE (rata2) 927
Yunani 117

Baca Juga: Penumpang Kapal MV Hondius Terdampak Hantavirus

Dampak Pandemi dan Tren Terkini

Pandemi COVID-19 berdampak signifikan pada penurunan jumlah perjalanan dan kilometer penumpang kereta api di seluruh Eropa.

Namun, tren pemulihan mulai terlihat pada 2022 dan 2023, seiring dengan kebijakan dekarbonisasi dan investasi besar pada transportasi publik.

Beberapa negara, seperti Malta dan Siprus, belum memiliki jalur kereta api sama sekali.

Negara-negara Balkan juga masih menghadapi tantangan dalam pengembangan jaringan kereta api yang efisien.

Namun, keberhasilan Swiss, Austria, dan negara-negara Skandinavia menunjukkan bahwa investasi pada kereta api dapat menjadi solusi nyata untuk transportasi berkelanjutan.

Kesimpulan

Jalur kereta api yang padat dan tingkat penggunaan yang tinggi terbukti efektif membantu negara-negara Eropa mendekati target iklim dan efisiensi energi.

Swiss, Austria, dan beberapa negara Eropa Barat menjadi contoh sukses dalam mendorong masyarakat beralih ke transportasi umum yang ramah lingkungan.

Investasi berkelanjutan dan kebijakan transportasi hijau menjadi kunci dalam mencapai Eropa yang lebih bersih dan efisien.