28 Mei 2026

Hubungan Supernova dengan Peristiwa Kepunahan Massal Bumi

Hubungan Supernova dengan Peristiwa Kepunahan Massal Bumi

Hubungan Supernova dengan Peristiwa Kepunahan Massal Bumi

Tanggerang, 5 Mei 2026 – Penelitian terbaru yang dipublikasikan pada Maret 2025 di server pra-cetak arXiv mengungkap kemungkinan bahwa ledakan bintang supernova di lingkungan kosmik dekat Bumi berperan dalam memicu kepunahan massal di masa lalu.

Studi ini menyoroti hubungan antara supernova dan dua peristiwa kepunahan besar: Late Ordovician dan Late Devonian.

Supernova adalah ledakan dahsyat bintang masif yang menghasilkan energi sangat besar.

Nick Wright, astrofisikawan dari Keele University, menjelaskan bahwa jika supernova terjadi cukup dekat dengan Bumi, radiasi energi tinggi yang dilepaskan dapat merusak lapisan ozon.

Kerusakan ozon ini memungkinkan radiasi ultraviolet (UV) berbahaya menembus ke permukaan Bumi, yang dapat menghancurkan ekosistem.

Fakta menunjukkan bahwa kedua kepunahan massal tersebut ditandai dengan penipisan lapisan ozon yang signifikan, mendukung hipotesis keterlibatan supernova.

Pencarian Jejak Kosmik Supernova

Alexis Quintana dan tim dari University of Alicante melakukan survei terhadap bintang tipe OB—bintang masif dan berumur pendek yang berpotensi menjadi supernova—dalam radius sekitar 3.260 tahun cahaya dari Matahari.

Mereka menemukan 24.706 bintang tipe OB dan memperkirakan frekuensi supernova di seluruh galaksi antara 15 sampai 30 per juta tahun.

Namun, hanya supernova dalam jarak sekitar 65 tahun cahaya yang cukup kuat untuk memengaruhi Bumi.

Dari data ini, tim menghitung bahwa rata-rata terjadi 2,5 supernova dekat Bumi dalam satu miliar tahun, angka yang sejalan dengan waktu terjadinya kepunahan Late Ordovician dan Late Devonian.

Nick Wright menegaskan, “Perhitungan ini konsisten dengan frekuensi kepunahan massal yang diduga dipicu oleh faktor eksternal seperti supernova.”

Apakah Bumi Masih Terancam Supernova?

Saat ini, tidak ada kandidat supernova yang diketahui berada cukup dekat untuk mengancam Bumi.

Bintang-bintang masif seperti Betelgeuse dan Antares, yang diperkirakan akan meledak suatu saat nanti, berjarak ratusan tahun cahaya sehingga ledakannya tidak akan membahayakan kehidupan di Bumi.

Meski demikian, para ilmuwan terus memantau potensi ancaman ini. Penemuan bintang yang sedang sekarat di dekat Bumi bisa mengubah risiko yang ada, sehingga pemahaman tentang ancaman kosmik terus berkembang.

Selain supernova, ancaman lain seperti tumbukan asteroid dan letusan gunung berapi besar tetap menjadi perhatian utama.

Peran Alam Semesta dalam Sejarah Bumi

Hipotesis bahwa kepunahan massal di Bumi dipicu oleh peristiwa kosmik menantang pandangan tradisional yang menganggap semua kepunahan bersifat lokal.

Jika supernova memang berperan, hal ini menunjukkan keterkaitan erat antara Bumi dan alam semesta yang lebih luas.

Studi ini, yang masih dalam tahap pra-publikasi, menyoroti interaksi dinamis antara planet kita dan peristiwa kosmik yang dapat membentuk jalannya evolusi dan kelangsungan hidup makhluk hidup di Bumi.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa ledakan supernova di lingkungan kosmik dekat Bumi mungkin telah memicu beberapa kepunahan massal dalam sejarah planet kita.

Temuan ini memperluas wawasan tentang hubungan antara peristiwa kosmik dan evolusi kehidupan di Bumi, sekaligus mengingatkan kita akan keterhubungan mendalam antara Bumi dan alam semesta.