27 Juli 2026

BPPTKG: Gunung Merapi Masih Siaga, Aktivitas Guguran dan Vulkanik Dangkal Terpantau

BPPTKG: Gunung Merapi Masih Siaga, Aktivitas Guguran dan Vulkanik Dangkal Terpantau

Jakarta, mahkota-news.com – Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan DIY masih menunjukkan aktivitas vulkanik yang cukup tinggi.

Hingga 15 Mei 2026, statusnya tetap Siaga Level III karena suplai magma ke dalam tubuh gunung masih berlangsung.

Aktivitas ini didominasi erupsi efusif berupa guguran lava dan awan panas.

Kondisi visual dan cuaca

Pada periode 8–14 Mei 2026, puncak Merapi kerap tertutup kabut terutama siang hingga sore.

Saat cuaca cerah di pagi hari, asap putih teramati keluar dari kawah dengan tinggi 50–500 meter dan intensitas tipis hingga tebal.

Suhu udara di sekitar gunung berkisar 20,6–23°C dengan kelembapan 99–100%, sehingga kondisi mendung dan berkabut memang sering terjadi.

Data kegempaan terbaru

BPPTKG mencatat kegempaan masih tinggi meski sedikit menurun dibanding pekan sebelumnya. Dalam sepekan 8–14 Mei 2026 terekam 1.264 gempa vulkanik.

Pada periode pengamatan lain tercatat 40 kali gempa guguran dan 1 kali gempa vulkanik dangkal, sesuai laporan magma Indonesia.

Gempa vulkanik dangkal menandakan aktivitas di tubuh gunung yang perlu diwaspadai.

Guguran lava dan awan panas

Sepanjang 8–14 Mei 2026 terjadi 3 kali awan panas guguran ke arah hulu Kali Krasak dengan jarak luncur maksimal 2 km.

Guguran lava masih dominan: 5 kali ke Kali Boyong, 67 kali ke Kali Krasak, 16 kali ke Kali Bebeng, dan 58 kali ke Kali Sat/Putih, semua dengan jarak luncur hingga 2 km. Malam hari, pijaran lava sesekali terlihat saat cuaca cerah.

Potensi bahaya dan rekomendasi

BPPTKG menegaskan potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas di sektor selatan–barat daya: alur Sungai Boyong maksimal 5 km, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 km.

Di tenggara, potensi bahaya mencakup Sungai Woro 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material bisa mencapai radius 3 km dari puncak.

Masyarakat diminta tidak beraktivitas di daerah rawan dan mewaspadai lahar hujan serta abu vulkanik.