JPMorgan Rilis Reksa Dana Pasar Uang Tokenisasi di Ethereum
JPMorgan Rilis Reksa Dana Pasar Uang Tokenisasi di Ethereum
Jakarta, mahkota-news.com – Raksasa perbankan AS JPMorgan Chase resmi mengajukan dokumen ke Securities and Exchange Commission (SEC) pada Selasa, 12 Mei 2026 untuk meluncurkan dana pasar uang berbasis tokenisasi di jaringan Ethereum. Produk ini bernama OnChain Liquidity-Token Money Market Fund dengan kode ticker JLTXX.
Dana JLTXX dirancang khusus agar penerbit stablecoin bisa menyimpan cadangan dalam kendaraan investasi yang diatur, mirip kas, sekaligus tetap dapat imbal hasil.
Struktur Investasi & Biaya
Berdasarkan dokumen SEC, JLTXX akan berinvestasi pada US Treasury bills jangka pendek dan overnight repurchase agreement yang dijamin Treasury AS atau kas.
Tujuannya menjaga nilai aset bersih stabil $1.00 per saham.
Investasi minimum dipatok USD 1 juta dengan biaya tahunan 0,16% setelah pengurangan biaya tertentu.
Analis Bloomberg Eric Balchunas menyebut biaya ini “sangat rendah” untuk reksa dana pasar uang dengan nilai aset stabil.
Unit blockchain JPMorgan, Kinexys Digital Assets, akan mengelola strategi investasi dana tersebut.
Dokumen SEC efektif per Rabu, 13 Mei 2026, namun JPMorgan belum mengungkap tanggal peluncuran resmi.
Kaitannya dengan Regulasi GENIUS Act
Langkah ini disebut selaras dengan Guiding and Establishing National Innovation for U.S. Stablecoins Act atau GENIUS Act, aturan federal untuk stablecoin yang ditandatangani Juli 2025.
Di bawah GENIUS Act, penerbit stablecoin AS wajib mencadangkan token dengan aset sangat likuid seperti Treasury AS, kas, dan deposito bank . JLTXX disusun agar memenuhi syarat cadangan tersebut.
Ekspansi Strategi Tokenisasi JPMorgan
JLTXX adalah dana pasar uang tokenisasi kedua JPMorgan di Ethereum setelah My OnChain Net Yield Fund (MONY) yang diluncurkan Desember 2025.
MONY juga menyimpan surat utang jangka pendek untuk memberi imbal hasil lebih tinggi dari deposito bank.
Pekan lalu, JPMorgan terlibat uji coba pemindahan dana obligasi pemerintah AS berbasis token dari AS ke Singapura dalam hitungan detik lewat XRPLedger.
Konteks Industri: Wall Street Masuk RWA
Tokenisasi aset dunia nyata atau real-world assets (RWA) kini mencapai lebih dari USD 32,2 miliar di blockchain, di luar stablecoin.
Hampir semua kelas aset utama — komoditas, saham, obligasi, properti — sudah punya versi tokenisasi.
JPMorgan bukan satu-satunya. Morgan Stanley meluncurkan Stablecoin Reserves Portfolio pada April 2026 untuk penerbit stablecoin menyimpan cadangan di money market fund.
BlackRock punya BUIDL dan Franklin Templeton punya BENJI .
Catatan Regulator & Risiko
IMF memperingatkan tokenisasi dapat memindahkan risiko dari perbankan tradisional ke jaringan blockchain dan smart contract, sehingga berpotensi menyulitkan penanganan saat krisis pasar.
Investor Kevin O’Leary menilai aturan seperti CLARITY Act masih dibutuhkan untuk memperjelas kepemilikan aset dan settlement.
