Rusia Ultimatum Warga Asing di Kyiv
Foto: Kyiv Ukraina (REUTERS/Vladyslav Sodel)
Jakarta, mahkota-news.com – Eskalasi perang Rusia-Ukraina kembali memanas. Moskow resmi mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh warga negara asing yang berada di Kyiv untuk segera meninggalkan ibu kota Ukraina.
Dalam pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Rusia, Moskow menyebut akan melancarkan serangan sistemik ke “lokasi-lokasi spesifik” di Kyiv.
Targetnya adalah fasilitas yang digunakan untuk merancang, memproduksi, memprogram, hingga mengoperasikan pesawat nirawak atau UAV.
Kemlu Rusia menegaskan, fasilitas-fasilitas terkait UAV Ukraina itu “tersebar di seluruh Kyiv”.
Baca Juga: Penumpang Kapal MV Hondius Terdampak Hantavirus
Karena itu, mereka merasa perlu memberi imbauan evakuasi kepada warga asing, termasuk personel misi diplomatik dan organisasi internasional.
“Kami memperingatkan warga negara asing untuk meninggalkan kota sesegera mungkin,” tulis Kemlu Rusia, seperti dikutip Al Jazeera.
Tak hanya warga asing, Rusia juga mendesak warga sipil Kyiv untuk menjauhi fasilitas infrastruktur militer maupun administrasi pemerintahan.
Di rilis terpisah, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov telah menginformasikan langsung rencana serangan ini kepada Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.
Lavrov sekaligus meminta Rubio mengevakuasi staf Kedutaan Besar AS di Kyiv.
Baca Juga: Obama: Kesepakatan Nuklir Iran 2015 Sukses Tanpa Rudal, Keluarkan 97% Uranium
Kementerian Pertahanan Rusia menyebut rencana serangan ini sebagai balasan atas serangan drone Ukraina yang menghantam asrama mahasiswa di Starobilsk pekan lalu.
Kemlu Rusia menyebut insiden Starobilsk sebagai “puncak kesabaran” Moskow.
Perang Rusia-Ukraina telah berlangsung sejak Februari 2022. Ribuan korban jiwa dari kalangan sipil maupun militer berjatuhan.
Komunitas internasional berulang kali menyerukan gencatan senjata permanen. Berbagai proposal perdamaian juga sudah diajukan sejumlah negara.
Namun hingga kini, belum ada satu pun usulan yang disepakati Kyiv dan Moskow.
Peringatan evakuasi ini menandai babak baru eskalasi, dengan Kyiv berpotensi menghadapi gelombang serangan yang diklaim Rusia akan lebih terarah dan sistemik.
Baca Juga: Mantan Hakim PN Cilacap Diberhentikan dengan Hak Pensiun
