SpaceX Siapkan Peluncuran Starship V3: Roket Tertinggi & Terkuat dalam Sejarah
Starship V3 dijadwalkan akan meluncur sebentar dalam penerbangan uji coba selama satu jam. (Sumber gambar: SpaceX)
Jakarta, mahkota-news.com – SpaceX akan meluncurkan next-generation Starship — roket tertinggi dan terkuat yang pernah dibuat — paling cepat Selasa, 19 Mei 2026, menurut pengumuman perusahaan.
Penerbangan uji ke-12 ini jadi debut Version 3 untuk Starship maupun booster Super Heavy, sekaligus penerbangan perdana dari landasan baru di Starbase, Texas.
Jendela peluncuran dibuka pukul 18.30 EDT / 22:30 UTC / 05:30 WIB 20 Mei.
Seperti uji sebelumnya, countdown SpaceX diakhiri dengan “excitement guaranteed,” bukan sekadar “liftoff”.
Rekor Baru: 124 Meter, 75.000 kN Thrust
Starship V3 berdiri 124 meter — lebih tinggi dari lapangan sepak bola dan ∼1 meter lebih tinggi dari Starship V2.
Tingginya melampaui SLS NASA 98 m dan Saturn V 111 m. Dengan 75.000 kilonewton daya dorong, V3 hampir 2x lebih kuat dari SLS yang 39.000 kN, menjadikannya roket terkuat yang pernah diluncurkan.
Komposisi: booster Super Heavy V3 + ship Starship V3, keduanya ditenagai Raptor 3 generasi terbaru.
Apa yang Akan Terjadi di Flight 12?
Jika sesuai rencana, misi berlangsung >1 jam dengan lintasan suborbital:
- Liftoff & Hot-staging: 33 mesin Raptor 3 Super Heavy menyala bersamaan. Setelah MECO, Starship menyalakan mesin dan memisahkan diri.
- Booster kembali: Super Heavy melakukan boostback burndan landing burn, tapi tidak akan ditangkap di Karena ini uji pertama kendaraan yang “dirombak signifikan”, pendaratan direncanakan di Teluk Meksiko.
- Deploy Starlink Simulator: Starship akan melepas22 satelit simulator Starlink, mirip generasi berikutnya. Dua di antaranya memindai heat shield.
- Uji Heat Shield: Satu ubin pelindung panas sengaja dilepas untuk mengukur beban aerodinamis pada ubin di sebelahnya.
- Relight di Antariksa: Starship latihan menyalakan ulang satu mesin Raptor di ruang hampa.
- Splashdown: Shipmendarat terkontrol di Samudra Hindia, bukan ditangkap.
Upgrade Kunci V3
Super Heavy V3:
- Grid fin baru: Dari 4 jadi 3, tapi ukuran +50%untuk stabilitas saat mendarat.
- Fuel transfer tube didesain ulang: Memungkinkan 33 mesin Raptor 3 menyala bersamaan dan fliplebih cepat.
- Hot stage terintegrasi: Tidak dibuang saat terbang, mengurangi massa dan meningkatkan efisiensi.
Starship V3:
- Sistem propulsi didesain ulang: Metode startupRaptor baru, volume tangki bahan bakar lebih besar, dan reaction control system
- Avionik & tenaga: Baterai, inverter, dan distribusi listrik tegangan tinggi menghasilkan 9 MWdaya puncak.
- Konektivitas: ∼50 kamera onboard dengan koneksi 480 Mbpsvia Starlink.
- Docking & transfer: 4 droguedoking + koneksi propelan ship-to-ship untuk misi durasi panjang.
Landasan Pad 2: Kapasitas penyimpanan propelan lebih besar, pompa lebih banyak untuk pengisian lebih cepat.
Tujuan semua perubahan: membuka fungsi inti — reuse penuh & cepat, transfer propelan di orbit, deployment Starlink & data center orbital, serta angkut manusia/kargo ke Bulan dan Mars.
Rekam Jejak Starship: Gagal & Bangkit
SpaceX mengalami banyak kemunduran:
- Flight 7 & 8, 2025: Puing berapi jatuh dari langit.
- Flight 9: Gagal capai target.
- Pre-flight 10: Starship meledak di landasan saat uji rutin.
- Flight 10, Agustus 2025: Berhasil meski ada kerusakan.
- Flight 11, Oktober 2025: Berjalan bersih.
Gap 7 bulan ke Flight 12 jadi yang terpanjang sejak debut 2023.
Kaitannya dengan Artemis & Bulan 2028
NASA mengandalkan mitra komersial untuk mendaratkan manusia di Bulan.
SpaceX mengembangkan varian moon-landing Starship untuk Artemis IV 2028, bersaing dengan Blue Origin Blue Moon.
Skenarionya: Astronot berangkat dengan kapsul Orion, docking di orbit Bulan dengan lander komersial, turun ke permukaan, lalu kembali ke Orion.
Tahun 2027, NASA akan uji docking Orion dengan satu/kedua lander di LEO.
NASA tegas: kesiapan lander menentukan siapa yang terbang ke Bulan 2028.
Program Artemis sendiri terlambat, overbudget, dan per Mei 2026 belum punya spacesuit yang cocok.
