28 Mei 2026

Metaverse: Potensi Ekonomi Digital di Indonesia

Metaverse: Potensi Ekonomi Digital di Indonesia

Ilustrasi: Metavers

Jakarta, 22 Mei 2025 – Istilah “metaverse” semakin populer dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah raksasa teknologi dunia mulai berinvestasi besar-besaran di bidang ini.

Namun, apa sebenarnya metaverse, dan bagaimana peluang serta tantangannya bagi Indonesia?

Pengertian Metaverse

Banyak ahli menggambarkan metaverse sebagai evolusi internet yang menggabungkan dunia fisik dan digital melalui avatar, realitas virtual (VR), augmented reality (AR), dan berbagai perangkat digital lainnya.

Menurut Forbes, “Some think of it as an enhanced successor to the current version of the internet a new frontier for online interaction blending the physical and digital worlds through computer-generated avatars.”

Metaverse bukan sekadar game, perangkat keras, atau aplikasi daring.

Seperti halnya internet yang terdiri dari berbagai protokol, layanan, dan konten, metaverse akan menjadi ekosistem teknologi, aplikasi, dan pengalaman digital yang saling terhubung.

Potensi Ekonomi Metaverse

CEO Epic Games, Tim Sweeney, memprediksi, “over the coming decades, the metaverse has the potential to become a multitrillion-dollar part of the world economy.”

Prediksi ini tidak berlebihan jika melihat perkembangan pesat industri game, hiburan, dan bisnis digital yang kini mulai bertransformasi ke dunia virtual.

Sebagai contoh, Epic Games melalui Fortnite telah mengubah platform game menjadi ruang sosial virtual, bahkan menjadi tuan rumah konser artis dunia seperti Ariana Grande dan Travis Scott.

Sementara itu, Nike, Gucci, dan berbagai merek global telah merambah metaverse untuk memperluas pasar dan membangun interaksi baru dengan konsumen.

Investasi Besar Perusahaan Teknologi

Facebook (sekarang Meta) menjadi sorotan dunia setelah mengumumkan rebranding pada 2021 dan menginvestasikan lebih dari US$10 miliar untuk membangun infrastruktur metaverse.

Langkah ini menandai fokus baru Meta pada pengembangan teknologi VR dan AR, serta memperkuat ambisi mereka untuk menjadi pemimpin di dunia digital masa depan.

Di Indonesia, sejumlah startup dan perusahaan teknologi mulai mengeksplorasi potensi metaverse untuk pendidikan, pariwisata, dan hiburan.

Data Asosiasi Blockchain Indonesia menunjukkan, pada awal 2025, terdapat lebih dari 2 juta pengguna aktif di platform metaverse lokal, dengan nilai transaksi virtual mencapai Rp1,2 triliun.

Open Metaverse

Salah satu perdebatan utama dalam pengembangan metaverse adalah soal sentralisasi.

Di satu sisi, perusahaan besar seperti Meta dan Google memiliki sumber daya dan basis pengguna yang sangat besar.

Namun, di sisi lain, dunia blockchain menawarkan visi “open metaverse”, di mana kepemilikan dan tata kelola platform dipegang oleh komunitas.

Sebastien Borget, COO The Sandbox, menyatakan, “Our goal is to build an open metaverse that can stand against what we call competition that is the Web 2.0 metaverses.”

Sandbox dan Decentraland adalah contoh platform berbasis blockchain yang memungkinkan pengguna membeli, membangun, dan memonetisasi aset digital, termasuk tanah virtual.

Pada November 2021, Republic Realm membeli tanah virtual di Sandbox seharga US$4,3 juta, rekor tertinggi untuk transaksi properti digital saat itu.

Tantangan dan Masa Depan Metaverse

Meski potensinya besar, pengembangan metaverse masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan teknologi, kebutuhan investasi tinggi, serta isu privasi dan keamanan data.

Selain itu, regulasi pemerintah juga menjadi faktor penting, terutama terkait perlindungan konsumen dan hak kepemilikan digital.

Namun, masa depan metaverse tampak semakin nyata. “The future awaiting us seems far more virtual than it did a year ago,” tulis Forbes.

Dengan semakin banyaknya perusahaan yang berinvestasi dan komunitas yang tumbuh, metaverse diprediksi akan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan digital masyarakat global, termasuk Indonesia.

Kesimpulan

Metaverse menghadirkan peluang besar bagi inovasi, ekonomi digital, dan pengembangan talenta kreatif di Indonesia.

Dengan dukungan pemerintah, edukasi masyarakat, dan kolaborasi lintas sektor, Indonesia berpeluang menjadi pemain utama dalam ekosistem metaverse Asia.