Malaikat Maut Mengawasi Manusia Ini Penjelasan Hadits dan Dalil Al-Qur’an
Ilustrasi Malaikat Maut
Jakarta, mahkota-news.com – Kematian adalah kepastian bagi setiap makhluk bernyawa. Namun tak ada manusia yang tahu kapan Malaikat Maut, Izrail, akan menjalankan tugas mencabut nyawa.
Beredar riwayat bahwa manusia dipantau Malaikat Maut setiap hari, bahkan puluhan kali.
Riwayat Tentang Pengawasan Malaikat Maut
- 24 Kali Sehari
Abu Nu’aim Al-Hafizh meriwayatkan dari Tsabit Al-Bunani: “Malam dan siang ada 24 jam. Tidak satu jam pun yang dialami setiap makhluk bernyawa, kecuali Malaikat Maut berdiri memperhatikan nyawanya. Apabila dia disuruh mencabutnya, maka dia dicabut. Dan kalau tidak, maka dia pergi. Ini berlaku umum pada semua makhluk yang bernyawa.” - 70 Kali Sehari
Imam Qurthubi dalam kitab At-Tadzkirahmenukil riwayat dari Abu Hadbah Ibrahim bin Hadbah, dari Anas bin Malik RA, dari Nabi SAW: “Sesungguhnya Malaikat Maut benar-benar memperhatikan wajah-wajah manusia setiap hari 70 kali. Apabila orang yang didatangi itu tertawa, maka Malaikat Maut itu berkata, ‘Heran, aku diutus untuk mencabut nyawanya, kenapa dia tertawa’.” Namun status riwayat ini maudhu’ atau palsu. Abu Hatim menyatakan Abu Hadbah adalah pendusta.
- 5 Kali Sehari di Pintu Rumah
Ada hadits marfu’ yang masyhur dalam kitab Al-Arba’in. Disebutkan Malaikat Maut berdiri di pintu rumah 5 kali sehari. Jika ajal penghuni rumah tiba, ia menimpakan sakaratul maut.
Dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak satu pun rumah, melainkan Malaikat Maut berdiri di pintunya lima kali sehari. Apabila dia menemukan seseorang sudah habis jatah makannya dan berakhir ajalnya, maka dia menimpakan sakaratul maut kepadanya…”
Malaikat Maut lalu menegur keluarga yang menangis histeris: “Aku tidak menghilangkan rezeki seorang pun… aku tidak akan datang kecuali diperintah, dan aku tidak akan mencabut nyawanya kecuali setelah aku baca daftarnya…”
Penegasan Al-Qur’an: Ajal Tak Bisa Ditunda atau Dipercepat
Al-Qur’an menegaskan kematian pasti datang dan waktunya sudah ditetapkan Allah SWT:
- QS Al-Anbiya: 35
كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ وَنَبْلُوْكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۗوَاِلَيْنَا تُرْجَعُوْنَ
“Setiap yang bernyawa akan merasakan kematian. Kami menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Kepada Kamilah kamu akan dikembalikan.” - QS Yunus: 49
قُلْ لَّآ اَمْلِكُ لِنَفْسِيْ ضَرًّا وَّلَا نَفْعًا اِلَّا مَا شَاۤءَ اللّٰهُ ۗ لِكُلِّ اُمَّةٍ اَجَلٌ ۚاِذَا جَاۤءَ اَجَلُهُمْ فَلَا يَسْتَأْخِرُوْنَ سَاعَةً وَّلَا يَسْتَقْدِمُوْنَ
“Katakanlah (Nabi Muhammad), ‘Aku tidak kuasa (menolak) mudarat dan tidak pula (mendatangkan) manfaat kepada diriku, kecuali apa yang Allah kehendaki.’ Setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan sesaat pun dan tidak (pula) dapat meminta percepatan.” - QS Luqman: 34
اِنَّ اللّٰهَ عِنْدَهٗ عِلْمُ السَّاعَةِۚ… وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌۢ بِاَيِّ اَرْضٍ تَمُوْتُۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ
“Sesungguhnya Allah memiliki pengetahuan tentang hari Kiamat… Tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahateliti.”
Kesimpulan
Tidak ada dalil shahih yang memastikan Malaikat Maut memantau manusia 70 kali sehari. Riwayat tersebut maudhu’. Yang pasti: kematian datang atas izin Allah, tidak bisa dimajukan atau ditunda, dan tempat-waktunya hanya Allah yang tahu. Tugas manusia adalah mempersiapkan diri dengan amal saleh.
Wallahu a’lam.
