Gencatan Senjata Rapuh: AS-Iran Kembali Bentrok di Selat Hormuz, Harga Minyak Terancam $150
Gencatan Senjata Rapuh: AS-Iran Kembali Bentrok di Selat Hormuz, Harga Minyak Terancam $150
Jakarta, mahkota-news.com – Ketegangan AS-Iran memanas lagi pada awal Mei 2026 setelah negosiasi damai deadlock.
Presiden AS Donald Trump menolak proposal terbaru Iran sebagai “totally unacceptable”, sementara Teheran menuding Washington mengajukan syarat “tidak realistis”.
Titik panas kini berpusat di Selat Hormuz — jalur 20% minyak dan LNG dunia — di tengah saling serang kapal perang, blokade, dan ancaman tarif pelayaran.
Kebuntuan Diplomatik: Tuntutan yang Berseberangan
AS menuntut akses penuh ke Selat Hormuz sebelum membahas isu nuklir, sementara Iran minta pencabutan blokade laut AS, sanksi, dan kompensasi perang dulu baru negosiasi.
IRGC menyebut syarat Iran: “akhir perang di semua front”, pencairan aset beku, dan pengakuan kedaulatan Iran atas Hormuz.
Trump menyebut gencatan senjata sejak 7 April kini “on life support”.
Selat Hormuz: Jalur Energi Dunia Jadi Medan Perang
Selat selebar 33 km ini dilewati 20% pasokan minyak dan gas global.
Karena blokade ganda AS-Iran, lalu lintas anjlok: hanya 40 kapal melintas sepekan hingga 3 Mei, vs rata-rata 120 kapal per hari sebelum perang.
Analis peringatkan transit bisa turun ke 40-50% dari normal jika krisis berlanjut.
Iran kini melebarkan “zona kontrol” dari Jask hingga Pulau Siri dan Fujairah, UEA. Iran juga bentuk “Persian Gulf Strait Authority” yang mewajibkan kapal daftar dan bayar ke IRGC untuk izin melintas.
AS lewat OFAC menegaskan pembayaran ke Iran/IRGC untuk izin melintas = pelanggaran sanksi.
Eskalasi Militer 7-9 Mei: Drone, Rudal, dan Serangan Balasan
CENTCOM melaporkan 7 Mei: IRGC meluncurkan rudal, drone, dan kapal cepat ke 3 destroyer AS — USS Truxtun, USS Rafael Peralta, USS Mason — saat melintas Hormuz.
AS membalas dengan “self-defense strikes” ke situs peluncur drone/rudal, radar, dan pos komando di Qeshm, Bandar Abbas, dan Garuk.
Iran klaim AS menyerang area sipil di Qeshm, Bandar Khamir, dan Sirik. Trump menyebut serangan Iran “easily knocked down” dan kapal kecil Iran “went to the bottom of the sea”.
IRGC memperingatkan: agresi ke tanker Iran akan dibalas “heavy assault” ke pangkalan AS. Rudal dan drone IRGC disebut “sudah mengunci target AS”.
Dampak Ekonomi: Minyak, Inflasi, dan Asuransi Melonjak
Brent sempat tembus $104/barel pasca deadlock. Pasar memantau risiko $100-$150/barel jika Hormuz ditutup total.
UN chief Antonio Guterres: penutupan Hormuz akan pukul 13% impor Afrika, terutama BBM dan pupuk.
Risiko lain yang sudah terjadi:
- Premi asuransi perangnaik tajam, banyak kapal batal melintas
- 000 pelautdi ∼1.000 kapal terjebak di Teluk
- Rantai pasok Asiaterancam: China, India, Jepang, Korea Selatan jadi importir utama minyak Teluk
- AS jalankan blokadesejak 13 April: 57 kapal dialihkan, 2 tanker Iran “dilumpuhkan”
Status Terkini: Gencatan Senjata di Ujung Tanduk
AS-Israel mulai “Operation Epic Fury” 28 Feb 2026 dengan serangan udara dan pembunuhan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.
Iran balas menutup Hormuz. Gencatan senjata dicapai 7 April lewat mediasi Pakistan, tapi runtuh awal Mei.
AS meluncurkan “Project Freedom” untuk mengawal kapal netral, namun ditangguhkan setelah kapal CMA CGM San Antonio kena rudal 5 Mei.
Inggris kirim HMS Dragon dan Prancis kirim Charles de Gaulle ke kawasan.
Mengapa Selat Hormuz Tidak Tergantikan?
- Volume: 20% minyak dunia + LNG Qatar
- Alternatif terbatas: Pipa Saudi dan UEA hanya bisa alihkan sebagian kecil
- Efek domino: Gangguan 1 minggu = harga BBM, pupuk, saham anjlok, emas naik
3 Skenario yang Dipantau Pasar
| Skenario | Pemicu | Dampak Minyak | Probabilitas Pasar 31 Mei |
| De-eskalasi | Iran buka Hormuz, AS cabut blokade dalam 30 hari | Turun di bawah $100 | 21.5% untuk 20 kapal/hari transit |
| Konflik Terbatas | Serangan sporadis, transit 40 kapal/minggu | $100-$126 bertahan | 64% untuk ≥20 kapal total Mei |
| Perang Regional | Hormuz ditutup total, AS & sekutu invasi | $150+ | 3% YES |
