Abdullah Quilliam: Pendiri Masjid Pertama di Inggris
Quilliam mendirikan Liverpool Muslim Institute di Brougham Terrace, Liverpool
Jakarta, 2 Juni 2025 — Sejarah Islam di Inggris tak lepas dari sosok Abdullah Quilliam, seorang tokoh yang dikenal sebagai Syaikhul Islam dan pendiri masjid pertama di Britania Raya.
Abdullah Quilliam lahir dengan nama William Henry Quilliam di Liverpool, 10 April 1856.
Berasal dari keluarga Kristen Methodis, Quilliam tumbuh di Pulau Man dan menempuh pendidikan di King William College.
Ia menjadi pengacara pada 1878, dikenal sebagai advokat yang membela masyarakat bawah.
Pada 1887, saat berkunjung ke Tangier, Maroko, Quilliam memeluk Islam setelah mengalami sakit dan mempelajari ajaran agama ini.
Ia menyatakan Islam sebagai agama yang rasional dan tidak bertentangan dengan keyakinan sebelumnya.
Dakwah di Inggris dan Tantangan Sosial
Setelah kembali ke Liverpool, Quilliam memulai dakwah Islam dengan pendekatan damai dan rasional.
Ia aktif di Association for the Prohibition of Alcohol, menyampaikan pidato berjudul “Fanaticism and Fanatics” yang menjelaskan ajaran Islam dan Nabi Muhammad sebagai reformis besar.
Pidatonya sempat mendapat penolakan dan intimidasi dari masyarakat Kristen, bahkan mengalami serangan fisik. Namun, Quilliam tetap gigih dan akhirnya mendapat dukungan luas.
Mendirikan Masjid Pertama di Inggris
Pada 1889, Quilliam mendirikan Liverpool Muslim Institute di Brougham Terrace, Liverpool, yang difungsikan sebagai masjid pertama di Inggris.
Menurut data Abdullah Quilliam Society, masjid ini menjadi pusat dakwah, pendidikan, dan sosial.
Quilliam juga menerbitkan buletin The Crescent dan The Islamic World yang terbit mingguan dan bulanan dari 1893 hingga 1908.
Quilliam menulis buku Faith of Islam yang dicetak 2.000 eksemplar pada 1889 dan 3.000 eksemplar pada 1890, diterjemahkan ke 13 bahasa.
Buku ini bahkan dibeli oleh Ratu Victoria dan dibagikan kepada keluarganya. Pada 1894, Sultan Abdul Hamid II dari Turki Utsmani mengangkat Quilliam sebagai Syaikhul Islam of British Isles.
Emir Afghanistan dan Shah Persia juga memberikan gelar kehormatan padanya. Data Abdullah Quilliam Society mencatat, hingga awal abad ke-20, sekitar 600 orang Inggris memeluk Islam berkat dakwah Quilliam.
Warisan dan Akhir Hidup
Quilliam dikenal sebagai advokat pekerja dan pelopor toleransi. Ia bahkan menyelenggarakan Natal di masjid untuk anak-anak Kristen miskin pada 1888 sebagai bentuk penghormatan terhadap Nabi Isa.
Namun, kariernya sempat terganggu skandal hukum, sehingga ia harus meninggalkan Liverpool dan mengganti nama menjadi Henri de Leon.
Ia wafat pada 1932 di dekat Woking, Inggris, dan dimakamkan di Brookfield Cemetery.
Perjuangan Abdullah Quilliam menunjukkan pentingnya dakwah yang inklusif dan adaptif.
