28 Mei 2026

SpaceX Siapkan Peluncuran Starship V3: Roket Tertinggi & Terkuat dalam Sejarah

SpaceX Siapkan Peluncuran Starship V3: Roket Tertinggi & Terkuat dalam Sejarah

Starship V3 dijadwalkan akan meluncur sebentar dalam penerbangan uji coba selama satu jam. (Sumber gambar: SpaceX)

Jakarta, mahkota-news.com – SpaceX akan meluncurkan next-generation Starship — roket tertinggi dan terkuat yang pernah dibuat — paling cepat Selasa, 19 Mei 2026, menurut pengumuman perusahaan.

Penerbangan uji ke-12 ini jadi debut Version 3 untuk Starship maupun booster Super Heavy, sekaligus penerbangan perdana dari landasan baru di Starbase, Texas.

Jendela peluncuran dibuka pukul 18.30 EDT / 22:30 UTC / 05:30 WIB 20 Mei.

Seperti uji sebelumnya, countdown SpaceX diakhiri dengan “excitement guaranteed,” bukan sekadar “liftoff”.

Rekor Baru: 124 Meter, 75.000 kN Thrust

Starship V3 berdiri 124 meter — lebih tinggi dari lapangan sepak bola dan ∼1 meter lebih tinggi dari Starship V2.

Tingginya melampaui SLS NASA 98 m dan Saturn V 111 m. Dengan 75.000 kilonewton daya dorong, V3 hampir 2x lebih kuat dari SLS yang 39.000 kN, menjadikannya roket terkuat yang pernah diluncurkan.

Komposisi: booster Super Heavy V3 + ship Starship V3, keduanya ditenagai Raptor 3 generasi terbaru.

Apa yang Akan Terjadi di Flight 12?

Jika sesuai rencana, misi berlangsung >1 jam dengan lintasan suborbital:

  1. Liftoff & Hot-staging: 33 mesin Raptor 3 Super Heavy menyala bersamaan. Setelah MECO, Starship menyalakan mesin dan memisahkan diri.
  2. Booster kembali: Super Heavy melakukan boostback burndan landing burn, tapi tidak akan ditangkap di Karena ini uji pertama kendaraan yang “dirombak signifikan”, pendaratan direncanakan di Teluk Meksiko.
  3. Deploy Starlink Simulator: Starship akan melepas22 satelit simulator Starlink, mirip generasi berikutnya. Dua di antaranya memindai heat shield.
  4. Uji Heat Shield: Satu ubin pelindung panas sengaja dilepas untuk mengukur beban aerodinamis pada ubin di sebelahnya.
  5. Relight di Antariksa: Starship latihan menyalakan ulang satu mesin Raptor di ruang hampa.
  6. Splashdown: Shipmendarat terkontrol di Samudra Hindia, bukan ditangkap.

Upgrade Kunci V3

Super Heavy V3:

  • Grid fin baru: Dari 4 jadi 3, tapi ukuran +50%untuk stabilitas saat mendarat.
  • Fuel transfer tube didesain ulang: Memungkinkan 33 mesin Raptor 3 menyala bersamaan dan fliplebih cepat.
  • Hot stage terintegrasi: Tidak dibuang saat terbang, mengurangi massa dan meningkatkan efisiensi.

Starship V3:

  • Sistem propulsi didesain ulang: Metode startupRaptor baru, volume tangki bahan bakar lebih besar, dan reaction control system
  • Avionik & tenaga: Baterai, inverter, dan distribusi listrik tegangan tinggi menghasilkan 9 MWdaya puncak.
  • Konektivitas: ∼50 kamera onboard dengan koneksi 480 Mbpsvia Starlink.
  • Docking & transfer: 4 droguedoking + koneksi propelan ship-to-ship untuk misi durasi panjang.

Landasan Pad 2: Kapasitas penyimpanan propelan lebih besar, pompa lebih banyak untuk pengisian lebih cepat.

Tujuan semua perubahan: membuka fungsi inti — reuse penuh & cepat, transfer propelan di orbit, deployment Starlink & data center orbital, serta angkut manusia/kargo ke Bulan dan Mars.

Rekam Jejak Starship: Gagal & Bangkit

SpaceX mengalami banyak kemunduran:

  • Flight 7 & 8, 2025: Puing berapi jatuh dari langit.
  • Flight 9: Gagal capai target.
  • Pre-flight 10: Starship meledak di landasan saat uji rutin.
  • Flight 10, Agustus 2025: Berhasil meski ada kerusakan.
  • Flight 11, Oktober 2025: Berjalan bersih.

Gap 7 bulan ke Flight 12 jadi yang terpanjang sejak debut 2023.

Kaitannya dengan Artemis & Bulan 2028

NASA mengandalkan mitra komersial untuk mendaratkan manusia di Bulan.

SpaceX mengembangkan varian moon-landing Starship untuk Artemis IV 2028, bersaing dengan Blue Origin Blue Moon.

Skenarionya: Astronot berangkat dengan kapsul Orion, docking di orbit Bulan dengan lander komersial, turun ke permukaan, lalu kembali ke Orion.

Tahun 2027, NASA akan uji docking Orion dengan satu/kedua lander di LEO.

NASA tegas: kesiapan lander menentukan siapa yang terbang ke Bulan 2028.

Program Artemis sendiri terlambat, overbudget, dan per Mei 2026 belum punya spacesuit yang cocok.