28 Mei 2026

Robotera Kantongi Pendanaan USD 200 Juta: Startup Robot Humanoid China Masuki Fase Komersialisasi

Robotera Kantongi Pendanaan USD 200 Juta: Startup Robot Humanoid China Masuki Fase Komersialisasi

Robotera Kantongi Pendanaan USD 200 Juta: Startup Robot Humanoid China Masuki Fase Komersialisasi

Jakarta, mahkota-news.com – Startup robotika China, ROBOTERA, mengumpulkan lebih dari USD 200 juta dalam putaran pendanaan yang dipimpin SF Group.

Putaran ini menyusul ronde strategis 1 miliar yuan (USD 147 juta) pada Maret 2026. Investor demand disebut jauh melebihi target awal.

Investor yang ikut serta:

  • Finansial: HSG, IDG Capital, Hillhouse Investment, CICC Capital, Jingming Capital, SparkEdge Capital, Luxin Venture Capital Group, Unite Pioneers Capital, Longqi Investment
  • Industri: KENGIC, Dongfeng Asset Investment, ICBC Capital, dan dana yang berafiliasi dengan China Unicom
  • Investor lama: Tsinghua Holding Tiancheng Asset Management dan Horizon Investment menambah kepemilikan

Selain itu, ekosistem investor ROBOTERA kini mencakup CDH Venture and Growth Capital, Gaocheng Capital, plus mitra industri seperti Alibaba, Geely Capital, BAIC, Lenovo, Haier, Golden Resources Group, Singtel Innov8, Woori Venture Partners, dan perusahaan teknologi Korea Selatan terkemuka.

Validasi Komersial: Robot Sudah Bekerja di 10+ Pusat Logistik

SF Group bukan sekadar investor finansial. ROBOTERA sudah menyebarkan robot embodied AI di lebih dari 10 pusat logistik lewat kolaborasi dengan China Post dan SF Group.

Efisiensi operasional robot di beberapa fasilitas diklaim mencapai 85% dari kinerja manusia, dengan operasi stabil 24 jam.

Pada Q2 2026, ROBOTERA mulai pengiriman skala ribuan unit, dengan pertumbuhan melebihi 300%. Perusahaan mengklaim ini sebagai product-market fit (PMF) pertama di sektor embodied intelligence.

Ekspansi ke Otomotif, Elektronik, dan Layanan

Setelah terbukti di logistik, ROBOTERA memperluas ke sektor otomotif, elektronik, dan jasa.

Mitra industri seperti Geely Capital, BAIC, Dongfeng, dan Haier memberi skenario penerapan nyata dan permintaan komersial untuk adopsi skala besar.

Teknologi: 95% Komponen Buatan Sendiri

ROBOTERA membangun sistem hardware robotik full in-house, dengan lebih dari 95% komponen inti dikembangkan internal — mencakup sistem aktuasi, platform humanoid, hingga tangan dexterous.

Arsitektur tangan full direct-drive dexterous hand pertama di industri, memungkinkan manipulasi presisi tinggi di lingkungan logistik dan industri. Reliabilitasnya sudah divalidasi lewat penerapan jangka panjang.

Sistem hardware ini diklaim sudah diadopsi perusahaan teknologi global dan lembaga riset termasuk Boston Dynamics, NVIDIA, dan Apple.

Sistem bekerja sinkron dengan software di lapangan, dan umpan balik dari deployment dipakai untuk optimasi berkelanjutan.

Latar Kebijakan China: Humanoid Jadi Produk Disruptif

Dorongan pendanaan ini sejalan dengan kebijakan nasional. Ministry of Industry and Information Technology (MIIT) China menetapkan robot humanoid sebagai “teknologi disruptif” setara komputer dan smartphone. Target 2027: humanoid terintegrasi mendalam ke ekonomi riil.

Target 2025: terobosan di persepsi lingkungan, kontrol perilaku, lengan mekanik, rangka ringan; pasokan aman komponen inti; dan produksi massal humanoid di level internasional.

Dukungan datang dari program nasional, regional, dan kota: National Venture Capital Guidance Fund, dana regional 1 triliun yuan selama 20 tahun, plus subsidi dan compute voucher.

China kini punya ∼150 pembuat robot humanoid. Persaingan ini bisa membantu skala dan tekan biaya. Di beberapa kasus, badan negara yang mengarahkan industri juga mengawasi sains pertahanan lewat military-civil fusion.