PM Spanyol Bela Lamine Yamal: Kibarkan Bendera Palestina
Foto: PM Spanyol Desak Uni Eropa Mengakui Negara Palestina tahun 2023
Jakarta, mahkota-news.com – Pemain muda FC Barcelona, Lamine Yamal (18), mengibarkan bendera Palestina saat parade kemenangan La Liga di bus terbuka pada Senin, 11 Mei 2026.
Pawai itu dihadiri sekitar 750.000 suporter. Yamal, yang Muslim, juga mengunggah foto dirinya memegang bendera Palestina di Instagram.
Yamal juga memakai kaus bertuliskan “Thank God I’m not Madridista” dan menyebut aksinya spontan sebagai bentuk perasaan pribadi terkait konflik Israel-Palestina.
Kecaman Menhan Israel: Dituduh “Menghasut Kebencian”
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengecam Yamal lewat X. Ia menuduh Yamal “memilih menghasut kebencian terhadap Israel” sementara tentara Israel berperang melawan Hamas.
Katz menyebut Hamas sebagai “organisasi yang membantai, memperkosa, dan membakar anak-anak, perempuan, dan orang tua Yahudi pada 7 Oktober 2023”.
Katz meminta “klub besar dan terhormat seperti Barcelona menjauhkan diri dari pernyataan ini” dan menegaskan “tidak ada tempat untuk hasutan atau dukungan terhadap terorisme”.
Respon Pedro Sanchez: “Mereka Kehilangan Akal Sehat”
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez membela Yamal, Kamis 15 Mei 2026. Sanchez menyebut orang yang menganggap mengibarkan bendera suatu negara sebagai “menghasut kebencian” telah “kehilangan akal sehat atau dibutakan oleh rasa malu mereka sendiri”.
“Lamine baru saja mengungkapkan solidaritas dengan Palestina yang dirasakan jutaan warga Spanyol. Alasan lain untuk bangga padanya,” tulis Sanchez di X.
Sanchez menegaskan posisi Spanyol: mengakui negara Palestina, mengutuk serangan Hamas sejak awal, dan mengecam perang yang dilancarkan otoritas Israel di Gaza.
Ia menyebut “saatnya mematuhi hukum internasional dan mengakhiri perang”.
Sikap Barcelona & Pelatih Hansi Flick
Pelatih Barcelona Hansi Flick ditanya soal aksi Yamal pada Selasa, 12 Mei 2026. Flick mengaku “biasanya tidak suka” hal seperti ini dan sudah bicara ke Yamal.
“Saya bilang kalau dia mau, itu keputusannya. Dia sudah 18 tahun,” kata Flick. Namun Flick menekankan prioritas tim adalah “bermain sepak bola dan membuat orang senang”.
Klub menyebut aksi itu spontan dan bukan pesan politik resmi. Tidak ada sanksi atau hukuman untuk Yamal.
Spanyol adalah salah satu negara Eropa yang paling kritis terhadap operasi militer Israel di Gaza. Pada 2024 Spanyol resmi mengakui negara Palestina.
Protes pro-Palestina juga marak di sepak bola, balap sepeda, dan Eurovision. Spanyol termasuk 5 negara yang memboikot Eurovision 2026 karena partisipasi Israel.
Anggota parlemen Spanyol Gabriel Rufián menyebut Yamal punya 42 juta pengikut Instagram dan “dampak besar pada jutaan orang di dunia”.
Dampak Lebih Luas: Atlet & Politik
Aksi Yamal memicu debat global soal ekspresi politik atlet. Di Gaza, seniman membuat mural Yamal mengibarkan bendera Palestina di reruntuhan.
Sementara Israel Defense Forces menanggapi di media sosial, dan beberapa fan club Israel meminta Barcelona bersikap.
