28 Mei 2026

Penumpang Kapal MV Hondius Terdampak Hantavirus

Penumpang Kapal MV Hondius Terdampak Hantavirus

Sembilan kasus hantavirus yang terkonfirmasi atau diduga terkait dengan kapal pesiar MV Hondius. Jumat, 8 Mei 2026, Sumber: Forbes

Amerika Serikat – Sebanyak 17 penumpang asal Amerika Serikat yang berada di kapal MV Hondius dan dinyatakan negatif hantavirus tidak akan dikarantina paksa saat kembali ke AS.

Berdasarkan data pada Sabtu, 9 Mei 2026, sejumlah media melaporkan kebijakan tersebut.

Pejabat CDC menyatakan setelah penilaian di National Quarantine Unit di Nebraska, para penumpang dapat memilih isolasi di unit tersebut atau pulang dengan kewajiban tetap kontak dengan otoritas kesehatan selama 42 hari ke depan.

Protokol Kepulangan dan Karantina di Beberapa Negara

Robin May, pejabat kesehatan Inggris, kepada The Guardian mengatakan penumpang yang pulang mungkin diminta isolasi mandiri, kemungkinan besar di rumah, selama 45 hari.

Di Spanyol, penumpang dilaporkan menjalani karantina sukarela di Gómez Ulla Central Defense Hospital, Madrid, menurut laporan Politico Kamis yang mengutip Menteri Pertahanan Margarita Robles.

Namun Menteri Kesehatan Spanyol Mónica García menegaskan jika penumpang menolak isolasi sukarela, otoritas memiliki instrumen hukum cukup untuk mengambil langkah perlindungan kesehatan publik.

Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Sabtu mengeluarkan pernyataan kepada Pulau Tenerife, Spanyol, dan menyebut akan memantau operasi pemindahan penumpang MV Hondius yang tetap asimtomatik.

Penumpang akan diangkut ke bandara pulau itu dengan kendaraan tertutup dan dijaga pada Minggu, kata Ghebreyesus. ABC News mengutip pejabat Pemerintah Wilayah Canarias yang menyebut penumpang akan mengenakan APD lengkap. Mereka yang belum siap diterbangkan akan tetap di kapal.

Tanggap Darurat CDC dan Evakuasi WNI Amerika

Jumat, 8 Mei 2026, sumber tanpa nama kepada CBS News menyebut CDC mengaktifkan respons darurat level tiga untuk wabah hantavirus di kapal, level terendah yang melibatkan aktivasi pakar penyakit dan staf Emergency Activation Center.

CNN mengutip pejabat kesehatan yang menyebut 17 warga AS di kapal akan dikawal dengan penerbangan carter ke National Quarantine Unit di Omaha. Gubernur New Jersey Mikie Sherrill menyatakan dua warga negaranya dipantau setelah berpotensi terpapar penumpang MV Hondius.

Di Spanyol, pejabat kesehatan Javier Padilla mengatakan seorang perempuan 32 tahun di Alicante yang satu pesawat dengan penumpang MV Hondius terkonfirmasi hantavirus kini menunjukkan gejala, sehingga total kasus terkonfirmasi dan suspek menjadi sembilan.

Sementara itu, dua warga Singapura yang satu penerbangan dengan pasien yang kemudian meninggal dinyatakan negatif. Presiden Kepulauan Canary Fernando Clavijo menegaskan MV Hondius tidak diizinkan merapat di Tenerife pada Sabtu dan akan berlabuh di lepas pantai.

Penumpang hanya dipindahkan ke darat lewat kapal kecil saat pesawat evakuasi sudah di landasan. WHO menyebut tidak ada yang bergejala di kapal per Jumat.

Asal Usul dan Strain Andes

WHO mengonfirmasi wabah ini adalah strain Andes, varian hantavirus paling mematikan dan satu-satunya yang diketahui menular antarmanusia, dengan tingkat fatalitas kasus sekitar 40%, menurut Departemen Kesehatan Afrika Selatan.

Pejabat Argentina menduga wabah berasal dari kegiatan pengamatan burung yang membawa pasangan Belanda ke tempat pembuangan sampah sebelum naik kapal, tempat mereka mungkin terpapar tikus pembawa virus, lapor Associated Press.

Kematian pertama terjadi 11 April 2026: pria Belanda 70 tahun meninggal di kapal. Istrinya meninggal 26 April di Johannesburg setelah kolaps di bandara Afrika Selatan, terkonfirmasi varian hantavirus.

Pada 2 Mei, warga Jerman meninggal di kapal. Pada 4 Mei, WHO mengonfirmasi penyebaran hantavirus di kapal dengan dua kasus lab dan lima suspek. Pada 6 Mei, tiga orang dievakuasi ke Belanda, dua dalam kondisi serius. Pada hari yang sama, WHO menyebut lima kasus lab terkonfirmasi dan setidaknya tiga suspek tambahan.

Pernyataan Pejabat dan Langkah Mitigasi

Presiden Donald Trump pada 7 Mei menyebut wabah “sangat terkendali” dan “seharusnya baik-baik saja”. Sementara Dr. Jeanne Marrazzo, CEO Infectious Diseases Society of America, menilai AS “tidak siap” menangani wabah hantavirus pasca pemotongan CDC dan USAID era Trump serta keluarnya AS dari WHO. Dokter juga membantah klaim daring bahwa ivermectin dapat mengobati hantavirus.

Oceanwide Expeditions selaku operator MV Hondius menyebut setidaknya 29 penumpang dari 12 negara telah turun dan pulang sebelum wabah diketahui. Dirjen WHO Tedros mengatakan beberapa penumpang sempat satu pesawat ke Johannesburg dengan perempuan dari kapal yang kemudian meninggal.

Ia menegaskan risiko kesehatan publik tetap “rendah” meski kasus baru mungkin muncul karena masa inkubasi varian Andes bisa hingga enam minggu.