6 Juni 2026

Dyson Spot+Scrub Ai: Robot Vakum-Pel Rp18,7 Juta

Dyson Spot+Scrub Ai: Robot Vakum-Pel Rp18,7 Juta

Dyson Spot+Scrub Ai Foto: Dok. Dyson

Jakarta, mahkota-news.com – Dyson meluncurkan Spot+Scrub Ai, robot pertama mereka yang menggabungkan vakum kering dan pel basah dalam satu bodi. Perusahaan membanderol perangkat ini Rp18.799.000 di pasar Indonesia.

Robot ini mengandalkan motor digital dengan daya isap maksimum 18.000Pa, angka yang menurut penguji pihak ketiga berada sedikit di bawah model Dyson 360 Vis Nav (22.000Pa) dan pesaing seperti Roborock Saros 10.

Baca Juga: AMD Hidupkan Lagi Ryzen 7 5800X3D untuk Rayakan 10 Tahun AM4

Desain dan navigasi berubah total

Dyson meninggalkan bentuk “D” dari 360 Vis Nav dan memakai bodi bulat standar.

Untuk navigasi, robot memadukan LiDAR berdenyut, kamera HD depan bertenaga AI, pencahayaan LED spektrum hijau, serta sistem laser garis ganda, sensor ultrasonik, dan sensor tepi.

Dyson merancang bodi ramping agar robot melintas di bawah furnitur setinggi 11 cm, dan menanam total 24 sensor di bodi plus 12 sensor tambahan di dock.

Sistem AI mengenali objek rumah tangga umum seperti kabel, sepatu, dan mainan hewan peliharaan, lalu menyesuaikan rute secara real time.

Dalam pengujian laboratorium independen, robot mencatat kecepatan pembersihan 0,57 m² per menit, sedikit lebih lambat dari rata-rata kategori 0,71 m² per menit.

Pengguna awal melaporkan robot bergerak lincah menghindari ‘rintangan’ kecil, meski kantong plastik tipis masih bisa tersedot dan mengganggu proses ‘pulang’ ke dock.

Baca Juga: Corsair Hadirkan Kabel ThermalProtect 12V-2×6, Solusi Cegah GPU Terbakar

Fitur khas Dyson tetap hadir

Cahaya hijau mengungkap hampir 200 jenis zat rumah tangga tersembunyi sebelum robot memutuskan jumlah lintasan.

Dock Root Cyclone mengosongkan debu tanpa kantong, memakai gaya sentrifugal hingga 134.000g, dan menampung kotoran hingga 100 hari sehingga pengguna tidak perlu membeli kantong sekali pakai.

Sistem hidrasi 12-titik mencuci rol microfiber pada setiap putaran dengan air bersih dari awal sampai akhir.

Performa vakum dan pel

Pada lantai keras, daya isap 18.000Pa mengangkat remah keripik dan bubuk kopi dalam sekali lewat.

Saat mendeteksi karpet, robot meningkatkan daya isap otomatis hingga 4 kali lipat untuk menarik alergen dan bulu.

Namun uji independen menemukan keterbatasan: pada uji rambut 7 inci, sikat tengah melilit 31% rambut, di atas rata-rata 26%.

Rol pel biru dapat memanjang 40 mm (4 cm) keluar bodi untuk menjangkau sudut dan tepi, lalu dock mencuci dan mengeringkannya otomatis.

Pengguna mengontrol semua fungsi lewat aplikasi MyDyson.

Aplikasi ini menampilkan peta rumah, memungkinkan pembagian ruangan, dan penetapan zona larangan untuk karpet tebal atau keset tipis.

Proses pengosongan debu ke tabung transparan ‘blurple’ berlangsung singkat namun menghasilkan suara cukup keras, begitu pula saat dock menyedot air kotor dari rol.

Baca Juga: Hyundai dan Atlas: Robot Humanoid Siap Masuk Pabrik

Rangkuman objektif

Kelebihan:

  • Navigasi LiDAR + AI mengenali dan menghindari objek kecil.
  • Dock cyclonic tanpa kantong menekan biaya perawatan jangka panjang.
  • Pel tepi yang memanjang dan pencucian rol otomatis menjaga lantai keras tetap bersih.

Kekurangan:

  • Harga premium di atas Rp18 juta.
  • Sikat mudah terlilit rambut dan tenaga vakum menurun di karpet tebal.
  • Bodi relatif tinggi dan area bawah robot cepat kotor setelah proses di dock.

Baca Juga: Saat Robot Bersenjata AI Bisa Membuat Perang