28 Mei 2026

Konfirmasi UFO: Sidang Kongres 2023, Pendaratan di GBK, dan Pulau Edam

Konfirmasi UFO: Sidang Kongres 2023, Pendaratan di GBK, dan Pulau Edam

Foto: ar.inspiredpencil.com

Jakarta, mahkota-news.com – Diskursus soal UFO resmi bergeser dari spekulasi menjadi pengakuan pemerintah.

Pada 2023, Kongres Amerika Serikat menggelar sidang dengar pendapat yang menghadirkan jenderal-jenderal tinggi.

Mereka mengakui militer AS telah mengalami kontak dengan entitas asing atau alien selama bertahun-tahun.

Bersamaan itu, dirilis 162 dokumen resmi yang sebelumnya diklasifikasikan, menandai era baru keterbukaan soal Unidentified Aerial Phenomena (UAP).

“Ini bukan lagi soal percaya atau tidak. Pemerintah AS sendiri sudah konfirmasi,” jelas narasumber dalam podcast yang membahas dokumen tersebut.

Ia menegaskan pembahasan hanya berdasar file resmi domain .gov, karena menyebarkan info rahasia berisiko hukum.

Teknologi Siluman Diduga Berasal dari Alien

Salah satu implikasi terbesar adalah akselerasi teknologi militer. Pesawat siluman B-2 Spirit yang muncul pasca-insiden Roswell 1947 disebut memiliki desain yang tidak lazim untuk standar aerodinamika manusia.

Area 51 di Nevada diyakini jadi pusat rekayasa balik atau reverse-engineering teknologi alien.

Lebih jauh, muncul nama “Tiktag”, pesawat rahasia berbentuk kapsul buatan Lockheed Martin tahun 2003.

Menurut dokumen, Tiktag mampu bergerak vertikal, menghindari radar, bahkan bermanuver di bawah air dengan kecepatan sama seperti di udara. Sekitar 12 unit disebut telah direplikasi.

“Prinsipnya menabrak hukum aerodinamika. Sumber propulsinya masih dirahasiakan,” kata narasumber sambil menunjukkan manual penerbangan Tiktag.

Respons Global: Space Force dan Mitigasi Risiko

Pasca-pengakuan AS, beberapa negara seperti Jepang, China, dan Rusia telah membentuk angkatan luar angkasa atau Space Force sejak 2019-2020.

Langkah ini dibaca sebagai persiapan menghadapi potensi kontak atau ancaman dari luar bumi.

Bahkan firma konsultan Deloitte sudah merilis kajian mitigasi “Black Swan” yang memasukkan UAP sebagai risiko serius.

Indonesia dinilai masih tertinggal. “Kalau UFO besar muncul tiba-tiba, potensi kekacauan sosial tinggi karena belum ada protokol resmi,” ujarnya.

Jejak UFO di Indonesia: Dari GBK 1959 hingga Pulau Edam 1997

Indonesia ternyata punya catatan sendiri. Kesaksian Hendro Priono menyebut UFO besar mendarat di tanah merah Gelora Bung Karno tahun 1959, saat kawasan itu masih kosong.

Insiden paling kontroversial terjadi 1997 di Pulau Edam atau Pulau Damar, Kepulauan Seribu.

Dilaporkan sebuah wahana jatuh, terjadi kontak senjata, dan jasad alien dikubur di Nusa Kambangan sebelum sisa pesawat dikirim ke AS.

Peristiwa itu dikaitkan dengan pemadaman listrik Jawa-Bali April 1997 yang saat itu tidak terjelaskan.

Roswell, Nuklir, dan Misi Alien

Insiden Roswell 1947 kembali dibahas sebagai titik awal. Dua tahun setelah bom Hiroshima, puing pesawat asing ditemukan 60 mil dari Kota Roswell.

Narasumber yang pernah ke lokasi menyebut misi alien terkait kekhawatiran perang nuklir.

“Meledakkan senjata nuklir bisa mengganggu keseimbangan gravitasi tata surya. Mereka dianggap bertindak sebagai penjaga agar tidak terjadi perang nuklir,” jelasnya.

UAP bahkan dilaporkan beberapa kali mencegat rudal uji coba.

Fenomena Global 2024: ORP dan Triat Atlas

Desember 2024, objek bulat disebut ORP terdeteksi di atas Washington DC hingga wilayah udara dibatasi.

Meski dekat Gedung Putih, militer AS tidak menembak. ORP diduga drone pengintai alien dan terlihat juga di Iran, Indonesia, Dubai, dan China.

Objek lain bernama Triat Atlas awalnya dikira komet, tapi geraknya tak beraturan dan kini berada dekat Jupiter.

Diduga itu mothership yang sedang mengawasi. “Niatnya belum diketahui, tapi pemerintah perlu mitigasi,” tegasnya.

Teknologi UFO Langgar Hukum Fisika

Pesawat konvensional butuh sayap dan roket melawan gravitasi. UFO disebut menggunakan anti-gravitasi dan propulsi yang belum dipahami manusia.

Kerahasiaan puluhan tahun disebut karena konflik sosial, budaya, dan agama yang bisa muncul jika fakta dibuka sekaligus.

Dokumen resmi yang dirilis disebut baru “pembuka”. Dengan 162 file di domain .gov/war, publik kini menunggu tahap selanjutnya: apakah pemerintah dunia siap jika kontak terbuka benar-benar terjadi.