Skin Biohacking Protocol: Tren Regenerative Beauty yang Fokus pada Fungsi Sel Kulit
Foto Ilustrasi Kecantikan
Jakarta, mahkota-news.com – Skin Biohacking Protocol™ adalah pendekatan perawatan anti-aging yang menggabungkan prinsip biohacking dengan teknologi skincare modern.
Menurut dr.Yusri Dinuth, ABAARM, pakar antiaging dan praktisi biohacking di klinik aesthetic Nurtura Jakarta, tujuan biohacking kulit adalah “mengakali” sistem biologis agar bekerja lebih efisien dibanding rutinitas skincare biasa.
Berbeda dari perawatan anti-aging konvensional yang mengejar hasil instan di permukaan, protokol ini menargetkan fungsi biologis kulit di level sel.
Hasil yang diharapkan bukan hanya glowing, tapi kulit dengan kualitas biologis kuat dan resilien seiring bertambahnya usia.
Catatan verifikasi: Belum ditemukan publikasi independen tentang dr.Yusri Dinuth, klinik Nurtura, dan istilah “Skin Biohacking Protocol™” di mesin pencari hingga Mei 2026.
Jadi klaim kelembagaan di bawah ini mengacu pada data yang kamu berikan.
Regenerative Beauty vs Perawatan Superfisial
“Dunia aesthetic medicine saat ini sedang bertransformasi menuju regenerative beauty. Pasien dari kalangan premium kini memahami bahwa kulit yang sehat tidak cukup hanya terlihat glowing di permukaan, tetapi harus memiliki kualitas biologis yang kuat dan resilien,” kata dr.Yusri Dinuth.
Prinsip utamanya: kulit dirawat sampai level sel agar perubahan tidak sementara.
“Kulit tidak kembali ke titik awal setiap kali treatment selesai, ia terus membangun, memperbaiki, dan berkembang seiring waktu,” jelas Dr. Hilwa Saleh Alwaini, BMedSc, Co-Founder Nurtura.
4 Pilar Teknologi dalam Skin Biohacking Protocol™
Protokol ini mengintegrasikan 4 teknologi yang bekerja sinergis untuk regenerasi dari level sel:
- Therapy & Peptide Skin Booster
Bertujuan mempercepat komunikasi antar sel dan regenerasi kulit. Secara ilmiah, eksosom adalah vesikel nano 30–150 nm yang membawa protein, miRNA, dan lipid.
Studi menunjukkan eksosom dari MSC dapat memodulasi imun, angiogenesis, stres oksidatif, dan fungsi fibroblas untuk perbaikan kulit.
Uji klinis pada manusia melaporkan eksosom topikal dan injeksi membantu hidrasi, elastisitas, dan mengurangi kerutan pada photoaging.
- NAD+ Infusion
Diklaim membantu perbaikan DNA dan meningkatkan energi seluler. Dalam studi Nguyen et al, eksosom ADSC yang dimuat NAD+ dan resveratrol topikal selama 8 minggu meningkatkan tekstur, hidrasi, dan elastisitas kulit.
- Oxygen Enzymatic Resurfacing
Disebut mengoptimalkan hidrasi dan elastisitas kulit lewat proses eksfoliasi enzimatik dengan oksigen. Catatan: Belum ada istilah baku “oxygen enzymatic resurfacing” di literatur dermatologi peer-review.
- Celluma Light Therapy
Terapi cahaya LED untuk merangsang pemulihan kulit dan mengurangi peradangan progresif.
Celluma adalah merek perangkat LED yang sudah FDA-cleared untuk acne, kerutan, dan nyeri, bekerja lewat fotobiomodulasi.
Personalisasi dan Gaya Hidup Pendukung
Menurut Dr. Hilwa Saleh Alwaini, Nurtura menawarkan “luxury aesthetic yang sangat personal” di mana protokol disesuaikan kondisi seluler unik tiap individu.
Untuk hasil optimal, pasien juga disarankan mengubah gaya hidup: tidur cukup, kelola stres, dan konsumsi suplemen sesuai kebutuhan tubuh.
