Riset Antara Mainan Berbahaya dan Peningkatan Risiko Autisme
Riset Antara Mainan Berbahaya dan Peningkatan Risiko Autisme
Jakarta, 22 Mei 2025 — Mainan anak yang selama ini dianggap sebagai sarana hiburan dan stimulasi perkembangan ternyata menyimpan ancaman tersembunyi.
Studi terbaru dari All India Institute of Medical Sciences (AIIMS) Delhi mengungkap adanya hubungan antara kandungan logam berat dalam mainan anak dengan peningkatan risiko gangguan spektrum autisme (Autism Spectrum Disorder/ASD) pada anak-anak.
Kandungan Logam Berat dalam Mainan dan Dampaknya
Penelitian yang dipresentasikan di International Society for Autism Research ini melibatkan 500 anak dengan ASD dan 100 anak tanpa gangguan sebagai kelompok kontrol.
Para peneliti mengukur kadar 21 jenis logam berat termasuk timbal, arsenik, kadmium, mangan, dan kromium dalam darah, urin, rambut, dan kuku anak-anak tersebut.
Hasilnya menunjukkan bahwa anak dengan ASD memiliki kadar logam berat yang signifikan lebih tinggi, terutama pada sampel urin, dibandingkan kelompok kontrol.
Dr. Shefali Gulati, peneliti utama, menegaskan bahwa paparan logam berat ini berkontribusi pada gangguan perkembangan otak dan penurunan IQ.
“Anak-anak yang bermain dengan mainan yang mengandung timbal, atau terpapar kadmium dari lingkungan, berisiko mengalami stres oksidatif yang merusak proses perkembangan saraf,” jelasnya.
Data Prevalensi dan Tren Autisme
Data global menunjukkan peningkatan prevalensi autisme yang signifikan.
Di Amerika Serikat, kasus autisme meningkat 312% dalam 25 tahun terakhir, dengan prevalensi 1 dari 36 anak pada 2024.
Di India, prevalensi mencapai 1 dari 89 anak pada 2011, dan diperkirakan naik saat ini.
Di Indonesia, meski data spesifik masih terbatas, sejumlah laporan menunjukkan peningkatan jumlah anak dengan ASD, dengan sekitar 500 anak baru terdiagnosis setiap tahun dan total mencapai sekitar 2,4 juta pada 2021.
| Logam Berat | Kadar pada Anak ASD (mg/L) | Kadar pada Anak Kontrol (mg/L) |
| Timbal | 0.15 | 0.05 |
| Arsenik | 0.12 | 0.04 |
| Kadmium | 0.10 | 0.03 |
| Mangan | 0.09 | 0.02 |
| Kromium | 0.08 | 0.02 |
Sumber: AIIMS, 2025
Faktor Lingkungan dan Genetik
Autisme merupakan kondisi kompleks yang dipengaruhi oleh interaksi antara faktor genetik dan lingkungan.
Paparan polusi udara, pestisida, obat-obatan selama kehamilan, serta kondisi kesehatan ibu seperti obesitas dan diabetes juga berperan sebagai faktor risiko.
Selain itu, paparan bahan kimia berbahaya seperti bisphenol A (BPA) dalam plastik mainan juga dikaitkan dengan peningkatan risiko autisme.
Implikasi dan Upaya Pencegahan
Penemuan ini menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan mainan anak, terutama produk impor yang kurang terkontrol.
Pemerintah Indonesia diharapkan memperketat regulasi dan pengawasan terhadap kandungan bahan berbahaya dalam mainan anak.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dapat memperluas pengujian produk mainan untuk memastikan standar keamanan terpenuhi.
Dr. Gulati menyarankan orang tua untuk memilih mainan yang memiliki sertifikasi keamanan dan menghindari mainan murah yang tidak jelas asal-usulnya.
“Mainan berbahan kayu atau kain organik bisa menjadi alternatif yang lebih aman,” ujarnya.
Kesadaran dan Edukasi Masyarakat
Pendidikan dan kampanye publik menjadi kunci untuk meningkatkan kesadaran orang tua dan masyarakat luas mengenai bahaya logam berat dan bahan kimia berbahaya lainnya.
Komunitas seperti Autism Care Indonesia juga berperan dalam memberikan edukasi dan dukungan bagi anak dengan ASD.
Kesimpulan
Riset AIIMS menegaskan bahwa lingkungan, termasuk paparan logam berat dari mainan anak, memiliki peran signifikan dalam risiko autisme.
Perlindungan anak dari paparan bahan berbahaya harus menjadi prioritas bersama antara pemerintah, produsen, dan orang tua.
Dengan langkah pencegahan yang tepat, mainan dapat kembali menjadi sumber kebahagiaan dan stimulasi positif bagi tumbuh kembang anak.
