28 Mei 2026

Dabbah Al-Ardh: Ciri, Tanda dan Waktu Kemunculannya

Dabbah Al-Ardh: Ciri, Tanda dan Waktu Kemunculannya

Dabbah Al-Ardh: Ciri, Tanda dan Waktu Kemunculannya

Jakarta, 18 Juni 2025 – Dabbah al-Ardh adalah makhluk melata yang disebutkan dalam Al-Qur’an sebagai salah satu tanda besar menjelang hari kiamat.

Secara bahasa, kata dabbah berarti makhluk hidup yang berjalan atau merayap di bumi, mencakup hewan, manusia, jin, dan makhluk lainnya.

Namun, dalam konteks eskatologi Islam, Dabbah merujuk pada makhluk khusus yang akan muncul dari dalam perut bumi di akhir zaman sebagai pertanda dekatnya hari penghakiman.

Menurut tafsir dan hadis, Dabbah bukanlah hewan biasa, melainkan makhluk yang mampu berbicara dengan bahasa manusia secara fasih dan membawa tanda-tanda kenabian, seperti tongkat Nabi Musa AS dan cincin Nabi Sulaiman AS.

Dabbah al-Ardh bukan sekadar makhluk melata biasa, melainkan makhluk yang membawa misi penting sebagai tanda akhir zaman, pengingat manusia akan keimanan, dan pembeda antara orang beriman dan kafir.

Allah SWT berfirman dalam surah An Naml ayat 82

وَإِذَا وَقَعَ ٱلْقَوْلُ عَلَيْهِمْ أَخْرَجْنَا لَهُمْ دَآبَّةً مِّنَ ٱلْأَرْضِ تُكَلِّمُهُمْ أَنَّ ٱلنَّاسَ كَانُوا۟ بِـَٔايَٰتِنَا لَا يُوقِنُونَ ۝٨٢

Artinya: “Apabila perkataan (ketentuan masa kehancuran alam) telah berlaku atas mereka, Kami mengeluarkan makhluk bergerak dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka bahwa manusia selama ini tidak yakin pada ayat-ayat Kami.”

Mengutip dari buku Fitnah Dajjal & Ya’juj dan Ma’juj tulisan Lilik Agus Saputro dijelaskan bahwa pengertian dabbah adalah hewan yang berjalan di atas bumi. Adapun, Rasulullah SAW dalam haditsnya menyebut dabbah sebagai hewan melata.

Hadis Rasulullah SAW juga menjelaskan kemunculan Dabbah sebagai salah satu tanda kiamat besar:

“Ada tiga hal yang jika keluar, maka tidak akan berguna lagi keimanan orang yang belum beriman sebelumnya atau belum mengusahakan kebaikan yang dilakukan dalam keimannya, yaitu terbitnya matahari dari barat, Dajjal, dan binatang bumi (Dabbah).” (HR. Muslim)

Dari Hudzaifah bin Usaid al-Ghifari RA berkata,

“Rasulullah SAW mengawasi kami dari kamar saat kami berdialog tentang hari kiamat, maka beliau bersabda, ‘Hari kiamat tidak akan terjadi hingga kalian melihat 10 tanda: terbitnya matahari dari barat, kepulan asap, binatang (dabbah), keluarnya Ya’juj dan Ma’juj, keluarnya Isa bin Maryam, keluarnya Dajjal, serta tiga longsoran; longsoran di barat, longsoran di timur, dan longsoran di Jazirah Arab, serta api yang akan keluar dari bawah bumi ‘Adn yang menggiring manusia dimana saja mereka bermalam dan dimana saja mereka tidur siang.'” (HR Ahmad)

Selain itu, dalam riwayat dari Abdullah bin Amr disebutkan:

“Sesungguhnya pertanda yang pertama-tama muncul (menjelang Kiamat) ialah terbitnya matahari dari barat dan munculnya binatang melata (Dabbah) menemui manusia pada waktu Dhuha. Mana saja dari keduanya yang lebih dulu terjadi, maka tidak lama sesudah itu yang lainnya pun segera terjadi.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Dabbah Bertugas Memberi Tanda Kafir dan Mukmin

Menurut kitab An Nihayah Fitan wa Ahwal Akhir az Zaman susunan Ibnu Katsir yang diterjemahkan Anshori Umar Sitanggal dan Imron Hasan, dabbah bertugas memberi tanda kafir dan mukmin. Ada yang menafsirkan bahwa tanda tersebut disematkan pada tiap dahi manusia.

Tujuan utama kemunculan Dabbah adalah memberi peringatan terakhir kepada manusia bahwa selama ini banyak yang tidak mempercayai ayat-ayat Allah.

Dengan kemunculannya, manusia tidak lagi bisa berdalih atau mengingkari tanda-tanda Allah. Dabbah menjadi saksi atas keimanan dan ketidakimanan manusia di akhir zaman.

Ciri-ciri dan Tujuan Kemunculan Dabbah

Para ulama menafsirkan Dabbah sebagai makhluk melata yang memiliki ciri-ciri unik, antara lain:

  • Berasal dari bumi, khususnya muncul di sekitar Mekah.
  • Memiliki kemampuan berbicara dengan bahasa manusia yang fasih dan jelas.
  • Membawa tongkat Nabi Musa AS dan cincin Nabi Sulaiman AS sebagai tanda kenabian dan mukjizat.
  • Menandai orang mukmin dan kafir sehingga manusia bisa mengenali siapa yang beriman dan siapa yang tidak.

Waktu Kemunculan Dabbah

Ibnu Katsir menjelaskan bahwa Dabbah akan muncul di akhir zaman, tepatnya ketika akhlak manusia sudah sangat rusak.

Pada masa itu, manusia meninggalkan perintah Allah SWT dan mengubah agama yang sebenarnya benar.

Saat Allah mengeluarkan makhluk melata ini dari dalam bumi, Dabbah akan berbicara kepada manusia tentang perbuatan mereka yang menyimpang.

Sebagian ulama berpendapat bahwa kemunculan Dabbah terjadi setelah musnahnya Yajuj dan Majuj dari muka bumi.

Peristiwa ini bersamaan dengan wafatnya Nabi Isa AS dan hilangnya kebenaran agama, sehingga manusia kembali menjadi fasik dan kafir.

Pada waktu itulah Dabbah menampakkan diri dan memberikan tanda kepada orang-orang beriman maupun yang kafir. Setelah orang-orang kafir bertobat, Dabbah akan menghilang kembali

Dalam hadits Nabi SAW diungkap bahwa dabbah muncul jelang kiamat pada waktu Dhuha. Dari Abdullah bin Amr RA berkata,

“Aku hafal dari Rasulullah SAW sebuah hadits tidak pernah aku lupakan setelah itu, aku mendengar Rasul SAW bersabda, ‘Sesungguhnya tanda-tanda pertama adalah terbitnya matahari dari barat, keluarnya binatang (dabbah) kepada manusia di waktu Dhuha. Tanda mana saja di antara yang sudah datang, maka yang lain akan mengiringinya tidak lama lagi.'” (HR Muslim)

Selain itu diterangkan dalam buku Fitnah & Petaka Akhir Zaman oleh Abu Fatiah Al Adnani, Ibnu Hajar menyebut bahwa dabbah datang pada hari terbitnya matahari dari barat.

Lokasi Kemunculan Dabbah

Meskipun Dabbah belum muncul hingga saat ini, umat Islam meyakini kemunculannya sebagai bagian dari tanda-tanda besar kiamat yang sudah dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadis.

Kisah-kisah para nabi dan tanda-tanda akhir zaman menjadi pengingat agar manusia selalu menjaga iman dan taqwa, karena waktu kemunculan Dabbah adalah saat manusia sudah sangat dekat dengan hari perhitungan.

Sebagai contoh nyata, umat Islam diajarkan untuk selalu waspada dan memperbaiki diri, karena kemunculan Dabbah akan menjadi bukti nyata bahwa hari kiamat sudah dekat.

Ini mengajarkan umat untuk tidak lengah dan selalu siap menghadapi hari akhir dengan amal kebaikan.

Menurut Tafsir Ibnu Katsir, Dabbah mulai muncul di kota Makkah. Tetapi, ada juga pendapat yang menyebut kota lain.

Dari Buraidah RA berkata,

“Aku keluar bersama Rasulullah SAW ke suatu tempat di pinggiran Kota Makkah. Ketika kami melihat tanah kering berpasir, beliau SAW bersabda, ‘Seekor binatang melata nanti akan keluar dari tempat ini dari dalam tanah, panjang dan lebar lubangnya hanya satu jengkal.'”