27 Juli 2026

Akuisisi Startup AI Jony Ive Perkuat Ekosistem OpenAI

Akuisisi Startup AI Jony Ive Perkuat Ekosistem OpenAI

Akuisisi Startup AI Jony Ive Perkuat Ekosistem OpenAI

San Francisco, 23 Mei 2025 – OpenAI akan mengakuisisi startup perangkat AI yang didirikan bersama oleh mantan desainer Apple, Jony Ive, dalam kesepakatan saham senilai hampir $6,5 miliar.

Akuisisi ini merupakan yang terbesar dalam sejarah OpenAI dan akan memberikan perusahaan satu unit khusus untuk mengembangkan perangkat berbasis AI.

Dengan mengakuisisi startup rahasia bernama IO, OpenAI juga akan mendapatkan jasa Ive dan mantan desainer Apple lainnya yang pernah merancang produk ikonik seperti iPhone.

“I have a growing sense that everything I’ve learned over the last 30 years has led me to this place and to this moment. It’s a relationship and a way of working together that I think is going to yield products and products and products.” Ive mengatakan bersama dengan Chief Executive Officer OpenAI Sam Altman.

Bagi Ive, langkah ini menandai kembalinya ia ke industri teknologi konsumen yang pernah ia pionir bersama Steve Jobs, di mana ia merancang iPod, MacBook, iPad, dan Apple Watch sebelum meninggalkan Apple pada 2019.

Setelah keluar dari Apple, Ive mendirikan LoveFrom, sebuah kolektif desainer dan insinyur yang juga melibatkan beberapa veteran Apple.

Ia kemudian mendirikan IO pada tahun lalu bersama Scott Cannon, Evans Hankey, dan Tang Tan semuanya pernah memegang peran penting dalam pengembangan produk Apple.

OpenAI akan membayar $5 miliar dalam bentuk saham untuk IO, sementara sisanya berasal dari kemitraan yang sudah dijalin sejak kuartal keempat tahun lalu, di mana OpenAI memperoleh 23% saham IO.

Akuisisi ini juga didukung oleh investor seperti Laurene Powell Jobs, Sutter Hill Ventures, Thrive Capital, Maverick Ventures, dan SV Angel. Altman, CEO OpenAI, tidak memiliki saham di IO.

Kesepakatan ini diperkirakan rampung musim panas ini setelah mendapat persetujuan regulator.

Akuisisi IO akan menambah sekitar 55 insinyur perangkat keras, pengembang perangkat lunak, dan ahli manufaktur ke tim OpenAI, yang akan mengembangkan rangkaian perangkat baru.

Ive dan Altman telah menjajaki ide-ide awal selama dua tahun terakhir dan berharap perangkat pertama mereka akan menjadi produk yang benar-benar baru, dijadwalkan debut pada 2026.

Ive dan Altman percaya bahwa perangkat AI baru ini tidak akan menggantikan smartphone, melainkan menawarkan bentuk komputasi baru yang memungkinkan potensi AI dimaksimalkan.

“In the same way that the smartphone didn’t make the laptop go away, I don’t think our first thing is going to make the smartphone go away,” ujar Altman.

“It is a totally new kind of thing. The phone, as it currently is, is a remarkable general-purpose device,” Ive berkata, menambahkan bahwa orang akan terhubung dengan AI.

OpenAI, yang kini bernilai $300 miliar, terus memperluas jangkauan melalui akuisisi, termasuk negosiasi untuk membeli perusahaan perangkat lunak pemrograman AI Windsurf senilai $3 miliar.

Di sisi lain, Apple kini tertinggal dalam pengembangan AI dan sebagian mengandalkan ChatGPT dari OpenAI untuk melengkapi platform AI-nya.

Tim baru OpenAI akan bekerja di kantor IO di Jackson Square, San Francisco, serta di kantor OpenAI.

Ive dan Altman belum mengungkapkan detail produk yang akan dikembangkan, namun yakin akan membawa inovasi baru di pasar perangkat AI yang masih muda.