SPG1A-V4: Pelontar Granat Kaliber 40 mm Buatan Dalam Negeri
Foto: Humas PT Pindad
Jakarta – SPG1A-V4 adalah pelontar granat kaliber 40 mm hasil produksi dalam negeri yang dirancang untuk dipasangkan pada senapan serbu SS2-V4.
Produk ini dikembangkan oleh PT Pindad sebagai bagian dari upaya memperkuat kemampuan tempur TNI dengan teknologi pertahanan yang mandiri dan berkelas internasional.
Menurut keterangan resmi dari PT Pindad, SPG1A-V4 memiliki sistem operasional tembak dengan mekanisme brake open dan single shot, memungkinkan pelontaran granat secara manual satu per satu.
Jarak tembak maksimal yang dapat dicapai mencapai 350 meter dengan kecepatan pelontaran sekitar 75 meter per detik.
“SPG1A-V4 merupakan pelontar granat kaliber 40 mm yang dipasangkan pada senapan serbu SS2-V4 dengan jarak tembak maksimal 350 meter,” jelas Humas PT Pindad
Pelontar ini kompatibel dengan berbagai jenis munisi, termasuk Practice HE (High Explosive), HEDP (High Explosive Dual Purpose), Illum, Tear Gas, dan Baton.
Uji fungsi SPG1A-V4 yang dilakukan di Cipatat, Jawa Barat, telah mendapatkan sertifikasi dari Kapuslaik Kemhan, Marsekal Pertama TNI Arif Andrijanto, sebagai bukti kesiapan produk ini untuk mendukung operasi militer di berbagai medan tempur.
“SPG1A-V4 menunjukkan kualitas dan keandalan yang tinggi, sesuai standar pertahanan nasional dan internasional,” ujar Marsekal Pertama TNI Arif Andrijanto dalam rilis resmi Kemhan.
Dalam konteks regulasi, penggunaan dan pengembangan alat utama sistem persenjataan seperti SPG1A-V4 diatur dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan, yang menegaskan pentingnya kemandirian industri pertahanan nasional untuk mendukung kedaulatan negara.
