28 Mei 2026

Proto-Elamite dari Iran: “Naskah Ketiga” yang Bisa Mengubah Sejarah Tulisan Dunia

Proto-Elamite dari Iran: “Naskah Ketiga” yang Bisa Mengubah Sejarah Tulisan Dunia

Foto: Ilustrasi menggunakan AI

Jakarta, mahkota-news.com – Selama puluhan tahun, pembahasan tentang asal-usul tulisan selalu berpusat pada dua peradaban besar: Hieroglif di Mesir dan Kuneiform di Mesopotamia.

Kedua sistem ini dipandang sebagai tonggak pertama manusia dalam mendokumentasikan bahasa, mencatat transaksi dagang, serta memperkuat struktur kekuasaan.

Proto-Elamite yang Sempat Terabaikan

Di luar narasi arus utama, muncul nama Proto-Elamite — sistem tulisan kuno dari dataran tinggi Iran yang kini kembali jadi sorotan.

Proto-Elamite diperkirakan muncul sekitar 5.200 tahun lalu, pada rentang 3100–2900 SM.

Walau tablet pertamanya sudah ditemukan di Susa sejak 1899, perhatian akademis terhadap naskah ini baru menguat setelah lebih dari satu abad terlupakan.

Bukan Hanya untuk Urusan Dagang

Riset terkini menilai Proto-Elamite sebagai sistem yang sangat maju untuk zamannya.

Jika kuneiform awal umumnya dipakai mencatat barang dan angka, Proto-Elamite diyakini sudah mencoba menangkap struktur bahasa lisan.

Karena capaian itu, sebagian peneliti menyebutnya sebagai “lompatan raksasa” dalam sejarah komunikasi manusia.

Jejak Arkeologis di Iran

Sampai sekarang, tablet Proto-Elamite telah ditemukan di delapan situs di Iran.

Susa menyimpan koleksi terbesar dengan 1.557 teks, diikuti Tal-i Malyan 32 tablet, Tepe Yahya 26 atau 27 tablet, Tepe Sofalin sekitar 137 tablet, serta Tepe Sialk, Shahr-i Sokhta, Tal-i Ghasir, dan Tepe Ozbaki.

Susa dan Anshan dianggap sebagai pusat terpenting Proto-Elamite.

Hilangnya Sistem dan Misteri yang Belum Terpecahkan

Meskipun terbilang canggih, Proto-Elamite menghilang tidak lama setelah digunakan. Mayoritas tabletnya masih belum bisa dibaca tuntas oleh para ahli bahasa. Sistem ini dikategorikan sebagai tulisan logografik dengan lebih dari 1.000 tanda.

Pada 2022, arkeolog François Desset mengumumkan kemajuan signifikan dalam menguraikan Linear Elamite, sistem turunan yang lebih muda dan berkaitan dengan Proto-Elamite.

Kontroversi Gelar “Pionir Tulisan Modern”

Status Proto-Elamite sebagai “pionir tulisan modern” masih menuai debat. Dari sisi kronologi, proto-kuneiform Mesopotamia muncul sedikit lebih dulu pada periode Uruk IV.

Namun, sejumlah kajian menyebut Proto-Elamite hadir “tak lama setelahnya” dan menyebar luas di dataran Iran.

Di media sosial, bahkan muncul klaim dari tim Catherine Kelly dan Logan Borne yang menyebut Proto-Elamite sebagai sistem tulisan formal paling awal di dunia, berusia 5.200 tahun dari Iran barat.

Klaim tersebut belum menjadi konsensus di kalangan akademisi.